Ketapang Akan Dilanda Hujan dan Petir

“Bagi nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil sebisa mungkin menepi ketika kondisi cuaca hujan dan petir di laut, karena bisa berpotensi memicu gelombang mencapai 1 meteran," jelas Kepala Kantor (BMKG) Stasiun Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Nur Alim Minggu (29/1).

HUJAN PETIR
Hujan dan Petir- Ilustrasi Net

KETAPANGNEWS.COM – Perkiraan tiga hari kedepan cuaca di Ketapang akan dilanda hujan disertai petir dengan durasi yang berbeda. Kondisi cuaca tersebut juga berpotensi memicu terjadinya gelombang tinggi dilaut baik di daerah Selat Karimata dan perairan Ketapang.

“Untuk itu kita mengimbau kepada para pengguna jasa transportasi air serta kepada para nelayan untuk waspada terhadap kondisi ini,” imbau Kepala Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Nur Alim Minggu (29/1).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya nelayan untuk waspada terhadap kondisi cuaca di Ketapang yang diprediksi selama 3 hari kedepan dilanda hujan disertai petir diawal hujan.

Nur Alim mengatakan, bagi nelayan jika melihat cuaca sudah berubah, lebih baik jangan dulu berlayar atau melaut, tapi jika sudah terlanjur maka harus tetap waspada.

“Bagi nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil sebisa mungkin menepi ketika kondisi cuaca hujan dan petir di laut, karena bisa berpotensi memicu gelombang mencapai 1 meteran,” jelasnya.

Ia menuturkan, jika terjadi sesuatu di laut, agar sesegera mungkin memberitahukan kepada sanak saudara atau langsung menghubungi petugas seperti Basarnas, TNI AL atau Pol Airut. Hal tersebut agar dapat sesegera mungkin juga dilakukan penyelamatan atau evakuasi.

Kepada masyarakat khususnya di Kota Ketapang Nur Alim mengajak tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Mengingat jika hujan terus terjadi maka dapat memicu terjadinya banjir jika saluran yang ada tertutupi atau tersumbat oleh sampah. Jadi harus dijaga bersama.

Menrutnya, kalau sampai banjir terjadi dampaknya dirasakan semua, aktivitas menjadi  terkendala, penyakit kulit, demam berdarah semakin rawan terjadi.

“Jadi mari sama-sama kita jaga juga lingkungan kita,” pungkasnya (dra).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.