Lampu Navigasi Mati, Kapal Nelayan Tenggelam

“Semua yang mengerjakan lampu navigasi itu juga dari Pontianak,” jelas Kepala Stasiun Radio Pantai Ketapang Masitah

kapal-nelayan-terbalik-ilustrasi
Kapal Nelayan Tengelam- Ilustrasi Net

KETAPANGNEWS.COM – Kapal nelayan milik Ibrahim warga Desa Sukabangun Kecamatan Delta Pawan pecah dan tenggelam di Muara Sukabangun, Senin (9/1). Hal ini diungkapkan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Ketapang, Evi Zulkifli.

Menurut Evi Zulkifli, penyebabnya kapal nelayan itu menabrak beting di Muara Sukabangun tersebut, kapal itu menabrak beting karena lampu navigasi di muara tersebut ada yang mati.

“ Penyebabnya ada lampu navigasi yang mati,” katanya kepada wartawan Jumat (13/1).

Sementara Kepala Stasiun Radio Pantai Ketapang Masitah, mengatakan sebetulnya lampu navigasi itu yang berwenang di Pontianak. Pihaknya hanya bertugas menerima dan menyampaikan laporan ke Pontianak.

“Semua yang mengerjakan lampu navigasi itu juga dari Pontianak,” jelasnya.

Menurutnya, tugas mereka hanya menyampaikan dan melaporkan adanya kecelakaan.Atas kejadian ini pihaknya sudah melaporkan ke Pontianak.

“Kita juga sudah kirim nota dinas ke Pontianak kemarin. Jadi sekarang kita masih menunggu aksi dari Pontianak. Kalau sudah siap semua baru mereka turun memperbaikinya. Kalau lampu navigasinya padam nanti diganti,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sementara laporan kejadian itu sudah diterima pihaknya dan telah disampaikan ke Pontianak. “Siapa yang disalahkan, menurut saya tidak ada yang disalahkan atau menyalahkan. Kita kan semuanya tidak tahu lampu itu tiba-tiba mati,” ucapnya.

Menurutnya, biasanya lampu itu ada aturanya, misalnya jangka waktunya empat bulan atau dua bulan. Kadang-kadang pihaknya menerima dari Jakarta jangka waktunya empat bulan, tapi tiba-tiba sebelum empat bulan sudah mati. “Kalau begitu, itu kan diluar kemampuan kita,” ujarnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.