
KETAPANGNEWS.COM – Masyarakat di pedalaman seperti di Kecamatan Air Upas, Singkup dan Kecamatan Marau Ketapang mengeluh. Pasalnya langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin memicu melambungnya harga bensin perliternya mulai Rp 18 ribu hingga Rp 30 ribu perliternya. Sulitnya mendapatkan bensin ini terjadi sekitar satu pekan terakhir.
Devi satu diantara warga Kecamatan Air Upas mengaku sudah hampir satu pekan terjadi kelangkaan BBM jenis bensin ditempatnya. Meskipun mendapatkan bensin di kios pengecer bensin.Ia harus merogoh kocek lebih dalam lantaran harganya melonjak dari harga normalnya. Di daerah transmigrasi atau satuan pemukiman (SP-red) harga perliter bisa mencapai Rp 30 hingga 35 ribu.
“Itupun sudah sulit didapat karena memang sudah beberapa hari belakangan langka,” katanya Rabu (11/1).
Kacong pemilik kios bensin eceran di Jalan Merdeka, Kecamatan Air Upas mengaku kalau dirinya mendapatkan bensin dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah lantaran dirinya sudah beberapa hari belakangan tidak mendapat pasokan dari kota ketapang.
“Saya dapatkan bensin dari Pangkalanbun Kalteng, makanya perliter terpaksa saya jual Rp 25 ribu,” ujarnya.
Sementara Sanjaya (26) warga Kecamatan Delta Pawan yang bekerja di Kecamatan Singkup mengaku kesusahan dalam mencari bensin. Saat ini harga bensin di Kecamatan Singkup mencapai Rp 18 ribu perliternya. Bahkan sudah sepekan terakhir ini langka.
“Keliling-keliling nyaripun tidak ada yang jual, kalaupun ada Rp 18 ribu perliter itupun hanya sedikit stoknya,” keluhnya.
Ia menuturkan, dirinya sampai harus memesan bensin dengan temannya yang berada di Kota Ketapang yang akan turun ke pedalaman, lantaran di pedalaman baik di Kecamatan Singkup hingga Air Upas memang sedang mengalami kelangkaan minyak.
“Di sinikan tidak ada SPBU, hanya ada kios-kios tapi semua tidak ada yang jual, makanya saya minta bawakan dengan teman dari kota Ketapang, sebab saya tidak bisa bekerja karena kelangkaan minyak,” akunya.
Ia mengaku tidak mengetahui apa penyebab dari kelangkaan bensin. Namun ia berharap kelangkaan ini dapat segera ada solusinya,sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan karena tidak bisa bekerja akibat langkanya bensin Ia berharap kelangkaan ini segera teratasi.
“Karena kami perlu bensin untuk bekerja menggunakan kendaraan,” harapnya.(wan/dra).