
KETAPANGNEWS.COM – Pemadaman listrik yang terjadi di Kabupaten Ketapang beberapa hari terakhir, diakui Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ketapang, Sumarsono akibat jaringan listrik mengalami gangguan karena kawat layangan serta adanya dua unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sedang dalam pemeliharaan.
“Pemadaman yang terjadi karena jaringan listrik PLN terganggu, penyebabnya karena 90% akibat layangan berkawat yang menyangkut ke jaringan listrik kemudian ditarik-tarik oleh pemain layangan sehingga terjadi sentuhan kawat listrik dan kemudian meledak,” ungkapnya, Minggu (22/1) malam.
Ia melanjutkan, akibat tingginya arus gangguan listrik menyebabkan kawat yang terkena layangan menjadi terurai sehingga rawan putus yang membuat pihaknya harus melakukan pemadaman saat pemeliharaan yang memakan waktu cukup lama.
“Tapi karena sering terjadi gangguan makanya kemarin terjadi breakdown pada kabel power line dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sampai PLTD Sukaharja, sehingga kami harus mencari gangguan di kabel jaringan bawah tanah,” jelasnya.
Selain itu, akibat seringnya gangguan membuat sistem padam seluruhnya dan pemadaman pada malam hari karena PLTU mengalami shutdown emergency akibat kejutan dibeberapa komponen, sehingga untuk kembali start harus melalui tahapan firring yang membutuhkan air sungai pawan yang diproses oleh Water Treatment Proces (WTP). Namun karena air pasang sehingga yang masuk ke WTP kebanyakan air asin yang membuat proses start PLTU terkendala yang menyebabkan PLTU gagal start.
“Kondisi ini diperparah dengan dua unit mesin PLTD yang sedang dalam tahap pemeliharaan, sehingga saat ini PLN mengalami defisit 8 MW,” ungkapnya.
Namun, diakuinya pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar listrik tetap aman dengan melakukan razia layangan berkawat bersama Satpol PP Ketapang. Iapun meminta warga Ketapang untuk dapat berpartisipasi dengan menasehati serta melarang sanak saudaranya bermain layangan menggunakan tali kawat.
“Kami berharap pelanggan untuk bersabar, diusahakan 1 atau 2 hari kedepan PLTU dapat beroperasi lagi setelah pemeliharaan selesai dan cukup mengatasi pemadaman saat ini,” pungkasnya.(absa)
Harus lenih sigap pada masyarakat masa listrik mati terus, sore mati malam mati, mau masak pun susah jadinye pak.
Taek.. mentang2 mau imlek… itu lah kinerja buruk pln
Pembulak kitaaak
Musiim bh bukan musim kelayang ag manak mengengade am
Modus kitak mh