PPL Diminta Aktif Sosialisasikan Asuransi Pertanian

“Konsekuensinya adalah apabila uang yang di daftarkan ke asuransi, sementara dalam perjalanan bertani tidak terjadi Puso, maka uangnya tersebut tidak bisa dikembalikan,” Kata Humaidi

Humaidi
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtkultura Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Humaidi.

KETAPANGNEWS.COM—Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtkultura Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Humaidi mengungkapkan, para petani yang memiliki lahan dapat mengikutsertakan lahannya masuk sebagai peserta asuransikan melalui asuransi Jasindo.

“Asuransi memang begitu penting, dikhawatirkan apabila lahan pertanian menjadi wabah terserangnya Puso, asuransi akan mampu mengatasi itu semua,” ungkap Humaidi, Selasa (16/1).

Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ditingkat Kabupaten. Namun, mengenai sosialisasi asuransi lahan pertanian hendaknya sampai kepada para kelompok tani.

“Sekarang kita memang belum bergerak kelapangan sampai ke kelompok tani. Namun melalui media diharapkan sampai ke telinga para petani,” timbal Humaidi

Selain itu, kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar langsung menyampaikan kepada petani. Sehingga lebih efektif penyampaiannya. Sebab, sosialisasi ini merupakan sosialisasi biasa.

“Sangat rugi rasanya apabila ini tidak tersambung ke kelompok tani. Karena memiliki dampak yang besar. Lahan seluas satu Ha dengan pertanggungan Rp 6 juta per Ha,” ucap dia.

Dijelaskannya, pendaftaran asuransi tersebut bisa melalui PPL, yang mana PPL akan mendata para petani untuk masuk ke asuransi. Dibalik itu semua, tentu bagi para petani yang memiliki minat untuk mendaftarkan asuransi saja.

Lanjutnya, cara pendaftaran dilakukan di awal masa bertani dengan usia pertanian kurang lebih 10 sampai 20 hari. Kemudian, dari asuransi Jasindo akan melakukan pengecekan. Jikalau sudah dianggap layak akan dikeluarkan sertifikat dari pihak asuransi.

“Konsekuensinya adalah apabila uang yang di daftarkan ke asuransi, sementara dalam perjalanan bertani tidak terjadi Puso, maka uangnya tersebut tidak bisa dikembalikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak beberapa lama lagi akan ada pertemuan PPL se Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tepatnya di pontianak. Sepertinya pertemuan tersebut akan membahas soal asuransi lahan pertanian.

“Sosialisasi ditingkat internal sudah dilakukan. Semoga saja hal demikian dapat tersambungkan kepada para petani dari para penyuluh. Tapi sampai sekarang baru beberapa orang saja yang baru mempertanyakan masalah asuransi. Artinya sudah nyampai, hanya saja belum secara keseluruhan,” tutupnya.(absa)

One Response to "PPL Diminta Aktif Sosialisasikan Asuransi Pertanian"

  1. Ferrri Ar   19 January, 2017 at 5:35 am

    Ok p Humaidi

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.