
KETAPANGNEWS.COM – Aksi Damai yang diberi nama “717” yang di inisiatori Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) di perkirakan akan diikuti sekitar 1000 massa yang akan mendatangi dan mengecek keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT WHW yang terletak di Kecamatan Kendawangan, Ketapang. Sabtu (7/1) mendatang.
Ketua FPRK Ketapang, Isa Anshari mengatakan, aksi damai 717 yang akan digelar pada Sabtu (7/1) akan tetap berlangsung.”Saat ini sudah ada sekitar 1000 an masyarakat yang hendak bergabung dalam aksi ni,”. katanya kepada wartawan Rabu (4/1).
Menurutnya, untuk sementara berdasarkan hasil koordinasi dan konfirmasinya sudah ada kurang lebih seribu orang yang akan ikut dalam aksi ini, mereka berasal dari berbagai Kecamatan yang ada di Ketapang seperti Kendawangan, Delta Pawan, MHS dan Kecamatan lainnya.
“Aksi damai 717 untuk mengecek keberadaan TKA yang ada di PT WHW,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan dari pengamatanya, selama kurang lebih satu tahun belakangan, yang mana dari pantauan pihaknya kerap kali ketika pihaknya berada di Jakarta melihat hampir separuh warga negara asing asal cina pergi ke Ketapang yang mana sampai ke Bandara Ketapang sama sekali tidak ada pemeriksaan dan pengecekan apakah mereka memiliki izin dan legal datang atau bekerja di Ketapang.
“Selain itu kita juga dapat informasi dari karyawan maupun mantan karyawan PT WHW kalau disana memang banyak TKA Illegal,” ujarnya.
Ia menuturkan, aksi ini dilakukan dengan maksud dan tujuan agar negara peduli, negara ini melek mengawasi kedatangan para WNA sebagai TKA di Ketapang khususnya di PT WHW.
Selain itu kata Isa. tujuan dari aksi 717 tersebut, pihaknya juga meminta Imigrasi dan Bea Cukai untuk membuat pos di Bandara Ketapang untuk mengecek langsung para WNA yang datang di Ketapang serta membuat pos di PT WHW serta pelabuhan PT WHW lantaran disana merupakan tempat mereka beaktivitas dan mengirim barang serta masuknya barang melalui jalur laut.
“Kami juga minta disana dibangun pos pengawasan dari Pol Air dan Angkatan Laut, agar barang yang keluar dan masuk bisa diawasi, tentu kita khawatir jika semua itu tidak di awasi,” kata Isa.
Isa menambahkan, ketakutan masyarakat akan masuknya para TKA yang mereka tidak tahu pasti keabsahan membuat mereka khawatir jika negara mulai dari Pemda, Pemprov hingga Pusat tidak mengawasi maka bisa saja TKA yang masuk semakin tidak terkontrol.
“Terlebih kami sudah melihat bangunan apartemen mewah dan besar di PT WHW yang kami sinyalir digunakan untuk tempat tinggal mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan,selain itu Dinas Pertambangan Provinsi Kalbar juga turut mengawasi apa yang PT WHW lakukan, apa benar itu cuma alumunia atau ada kandungan lainnya.
“Terlebih kami mendapat informasi sudah ada efek terhadap lingkungan sekitar akibat dari PT WHW,” ungkapnya.
Ia menilai gerakan damai 717 merupakan warning bagi Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan Negara agar peduli terhadap kekhawatiran masyarakat, sehingga Negara melalui pihak terkait serius mengawasi masuknya TKA di Ketapang khususnya di PT WHW. Memang kami dapat informasi mereka sudah berangsur pulang.
“Tapi infonya bulan februari akan ada pembangunan tahap dua yang tentu mereka akan berangsur datang kembali ke Ketapang,” tuturnya.
Mengenai teknis jalannya aksi 717 tersebut, Isa mengatakan kalau peserta aksi akan berkumpul di markas FPRK Ketapang untuk melakukan brefing dan komitmen tidak melakukan tindakan anarkis. Isa mengimbau kepada siapapun yang ikut dalam aksi tersebut dilarang keras melakukan tindakan anarkis. Kamis (5/1). Pihaknya akan menyampaikan surat resmi ke Polres tembusan ke Kodim 1203, Bupati, Ketua DPRD dan pihak terkait lainnya mengenai aksi ini.
” Kami minta kepada aparat keamanan baik dari Polres Ketapang, Kodim 1203 untuk mengawal masyarakat yang ikut aksi tersebut agar tidak terpengaruh dan terprovokasi kepada penyusup atau pihak yang tidak bertanggung jawab,’ ujarnya.
Menurutnya, pihaknya sudah mengantisipasi agar tidak ada tindakan anarkis dan sudah rapat kooridnasi, membentuk laskar dan korlap agar menjaga peserta aksi tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab jika memang ada.
” Setelah aksi 717 ini, kita juga akan mengirim surat resmi ke DPRD Provinsi Kalbar untuk difasilitasi melakukan audiensi dengan menghadirkan Gubernur Kalbar, Kapolda, Pangdam, Bea cukai, Imigrasi membahas mengenai persoalan TKA di Kalbar khususnya di Ketapang,” pungkasnya (dra)
Seribu Massa Akan Bergabung di Aksi Damai ” 717″ ke PT WHW added by Ketapang News on
View all posts by Ketapang News →