Ternyata, Burung Menjadi Indikator Sehatnya Lingkungan

Ada 1.250 Lebih Individu Burung di Danau Burung

HUNTING-1
Ketua KBK Abdurahman Al Qadrie memotret burung di lokasi Danau Burung di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Sabtu (21/1)- Doc KBK.

KETAPANGNEWS.COM-Kegiatan penghitungan burung air se-Asia atau Asian Waterbird Census (AWC) telah diselenggarakan sejak tahun 1986. Dilaksanakan setiap bulan Januari setiap tahunnya merupakan momen penting dalam mengetahui keberagaman jenis, populasi, dan keberadaan dari burung air serta hubungan dengan habitat, berupa lahan basah.

Pelaksanaan Penghitungan burung air se-Asia tahun 2017 di Indonesia kali ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara serentak mulai tanggl 7 hingga 22 januari 2017 yang dikordinir oleh Wetlands International Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Dalam Pers Release Kawan Burung Ketapang (KBK) yang diterima Redaksi Ketapangnews.com Minggu (22/1) malam, di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kegiatan ini dilaksanakan secara sukarela oleh kelompok Konservasi Biodiversitas Ketapang, yang lebih dikenal sebagai Kawan Burung Ketapang (KBK). Kegiatan ini sudah dimulai sejak 7 januari 2017, berlokasi di pantai paling selatan Kalimantan Barat Kecamatan Kendawangan. Dan sebagai penutup kegiatan ini, KBK melakukan penghitungan di Danau Burung, Kecamatan Matan Hilir Selatan Sabtu, 21 Januari 2017.

Dipilihnya tempat ini, menurut Ketua KBK Abdurahman Al Qadrie, karena merupakan daerah penting bagi burung atau dalam istilah Birdlife International (Lembaga internasional) yang konsisten terhadap perlindungan spesies dan habitat) dikenal sebagai Important Birds Area (IBA). Tidak banyak tempat yang menjadi daerah penting bagi burung.

“Karena daerah ini merupakan indikator sehatnya lingkungan lahan basah dan kelestarian ekosistem pendukung,” jelasnya.

Hal ini dapat dilihat dengan dijadikannya tempat bersarang bagi burung-burung air. Yang mendominasi adalah jenis dari keluarga bangau-bangauan atau Ardeidae. Dalam peraturan Pemerintah Indonesia dilindungi sesuai PP Nomor 7 Tahun 1999. Karena jenis ini sangat sensitive terhadap gangguan habitat dan perubahan fungsi lahan, sehingga daerah bersarang burung air menjadi daerah yang patut dilindungi, karena sangat sedikitnya daerah seperti itu.

“Di Kabupaten Ketapang saja, daerah penting tempat bersarang burung baru kita ketahui ada di dua yakni Kecamatan Kendawangan dan Matan Hilir Selatan. Dan di sini sekitar 350 sarang dari lima jenis burung air, dan lebih dari 750 individu dewasa serta sekitar 500 burung yang belum dewasa. Jadi ada lebih dari 1.250 individu,” ungkapnya.

HUNTING2
Perjuangan KBK melintasi Danau di lokasi pengintaian burung di Danau Burung Kecamatan Matan Hilir Selatan Sabtu (21/1)-Doc KBK

Berbeda dengan kebanyakan burung air yang merupakan jenis pengembara (migran), jenis-jenis ini merupakan penetap yang berbiak di Ketapang. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa tempat lahan basah di Ketapang masih dalam keadaan yang sangat baik. Tentu hal ini perlu sejalan dengan kebijakan Pemerintah terutama mengenai pengembangan investasi. Karena lokasi danau burung yang terletak di padang 12 saat ini sedang menjadi kegiatan investasi.

Selain untuk mengetahui keragaman jenis dan populasi burung-burung air dan kemudian melakukan upaya konservasi. Kegiatan ini juga dilaksanakan oleh KBK sebagai upaya untuk memberikan penyadartahuan kepada masyarakat di sekitar kegiatan ini dilakukan. Burung air merupakan indikator kesehatan lingkungan di lahan basah.

Hal ini sangat bermanfaat bagi pertanian dan perikanan yang memberi dampak pada kehidupan manusia. Sudah sejak lama masyarakat pantai memanfaatkan lahan basah untukmembudidayakan padi sebagai bahan pangan utama. Dan menjadikan tempat yang cocok untuk budidaya ikan yang menjadi pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi manusia, tentunya ketika lahan basah masih terjaga. Hal ini yang menjadikan burung air sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan lahan basah. Walau ada beberapa jenis burung air yang dianggap sebagai hama, tapi nyata keberadaan mereka sebagai bagian dari mata rantai ekosistem. Sudah semestinya kearipan lokal yang telah dipakai secara turun temurun perlu diterapkan kembali.

“Kita berharap pada komitmen yang jelas dan tegas dari para pihak terhadap kelestarian ini, dan terhadap Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi bagi perusahaan yang berinvestasi,” timpal Kepala Desa Sungai Nanjung, Riduan.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.