
KETAPANGNEWS.COM – Rapat kerja pertama Persatuan Pemuda Dayak (PPD) Kabupaten Ketapang dibuka Bupati Ketapang, Martin Rantan ditandai tiga kali ketukan. Selain itu, wujud kebersamaan di Kabupaten Ketapang, diteruskan pemukulan gong oleh Kapolres Ketapang, AKBP Sunario S.Ik, MH didampingi jajaran Forkopinda Ketapang.
Sebelum membuka rapat kerja, Bupati Ketapang yang juga sebagai pembina organisasi memberikan arahan panjang lebar kepada Persatuan Pemuda Dayak. Mulai dari menyampaikan salam dan penghargaan kepada masyarakat.
Ia mengharapkan Persatuan Pemuda Dayak ada kemampuan dalam pidato dan menyapa orang-orang, sehingga orang-oraNg merasa terhormat. Rapat kerja yang mengusung tema melalui Raker mempersiapkan masa depan pemuda Dayak yang berintegritas yang peduli teloransi dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, mewujudkan Ketapang yang maju adil dan sejahtera dinilai Bupati ketapang sangat berat.
Karena itu, ia memulai dari cerita jaman VOC. Ketika itu ada sebuah kapal dari luar negeri singgah di Singapura. Kapal tersebut membawa barang-barang yang akan dijual di indonesia. Dari Singapura ke Tanjung Periok, kapal ditumpangi pemain sulap dari India, Saudagar dari Arab, dan para konsul yang pulang dari pergerakan nasional.
Dalam perjalanan dalam Teluk Melaka, ada gelombang besar kapal hampir tenggelam. Kapten kapal mengirim pesan kepada pemilik barang yang dibawa. Oleh pemilik barang, diputuskan agar gudang ditutup dulu mengamankan stok jika kapal tenggelam. Saat yang sama, pesulap dari India maupun saudagar juga sedang bersiap-siap mengamankan barang bawaanya.
Sementara para konsul pergerakan melakukan rapat diatas kapal. Akhirnya kapal dapat melewati badai dan selamat merapat ke dermaga Tanjung periok, saat itu gudang stok aman, barang yang dibawa juga sampai tujuan dengan selamat. Pemilik barang untung. Pemain sulap dari India, turun dari kapal dan dapat memainkan sulapnya untuk
mencari rezeki. Saudagar dari Arab juga turun dari kapal langsung bisa menjual barangnya. Sementara para konsul pergerakan turun dari kapal hanya membawa hasil rapat.
“Jadi saya harap, Persatuan Pemuda Dayak jangan hanya membawa hasil rapat sebagaimana cerita di dalam kapal
tadi,” tegas Bupati Ketapang Martin Rantan ketika memberikan pengarahan pada pembukaan Raker Persatuan Pemuda Dayak Ketapang, Kamis (16/2) malam di pendopo rumah dinas Bupati Ketapang.
Karena melalui Raker, Bupati meminta Persatuan Pemuda Dayak bicara AD/RT. Coba diikaji bagaimana masa kerja kepemimpinan apakah hanya 3 tahun atau apakah waktunya terlalu singkat. Kemudian harus bicara program kerja.
Bupati meminta tidak hanya fokus Pemuda Dayak saja. Bagaimana, program PPD bisa menyentuh organisasi pemuda etnis lain, sehingga bisa diterima oleh semua etnis yang ada di Kabupaten Ketapang. “Perlu juga dipikirkan, bagaimana organisasi ini bisa tumbuh dan berkembang, karena itu harus belajar dari DAD Ketapang,” ujarnya.
Demikian juga, pentingnya menyumbangkan pemikiran kepada Pemerintah Daerah. Jika ada pemikiran yang positip dalam membangun daerah, sampaikan dengan arif dan bijaksana, sehingga kondisi wilayah tetap terjaga dengan kondusif.
“Dalam rapat-rapat kerja tolong ditelurkan apa yang menjadi dokumen dan rambu-rambu bagi Persatuan Pemuda Dayak itu sendiri,” tuturnya panjang lebar.

Rapat kerja PPD tahun 2017 yang dihadiri pengurus cabang dari 18 kecamatan diawali dengan ritual adat penginjak bosi pengeras semangat. Selain itu juga ditampilkan tarian hiburan dari sanggar Pio Art. Setelah hiburan awal dimulai, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Romo Sukardi dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, disampaikan laporan dari ketua panitia rapat kerja PPD.
Sebelum Bupati Ketapang memberikan pengarahan, Ketua PPD Ketapang Remanus Romawi SE juga menjelaskan, sejak dibentuknya PPD Ketapang diantaranya sudah terasa jalinan keakraban dan solidaritas. PPD dibentuk untuk persepsi dan pendapat untuk tujuan bersama membangun Ketapang yang adil yang sejahtera.
Remanus Romawi menyebutkan disadari kita bersama harus bahu membahu untuk mengawal pemerintahan yang sah dengan berlandaskan kepada UUD 1945 dan Pancasila. Selain itu PPD akan selalu siap bekerjasama dengan organisasi kepemudaan yang ada dalam tujuan bersama membangun Ketapang.
“Kami secara tegas menolak radikalisme, yang dapat memecah kesatuan bangsa, NKRI adalah harga mati. Persatuan Pemuda Dayak mengajak semua elemen masyarakat untuk menolak berita hoax,” kata Remanus Romawi, Ketua Persatuan Pemuda Dayak Ketapang.
Sementara itu, DAD Kabupaten Ketapang, Drs Heronimus Tanam ME berterima kasih dan bangga dengan jajaran Persatuan Pemuda Dayak. Kebanggan itu dimana dalam satu tahun, PPD cukup agresif sehingga tuntas membentuk pengurus kecamatan. Ia berharap melalui rapat kerja dapat terbangun tatanan sosial, dan ekonomi di wilayah masing-masing dalam membangun Ketapang lebih maju.
Selain itu, ia bangga dengan kondisi saat ini, PPD sigap dan tertib sehingga tidak terpancing kondisi kekinian.Ia acungkan jempol untuk menjaga Ketapang yang aman dalam membantu Kapolres dan Dandim, Ini menandakan, pemuda patuh kepada orang tua.
“Pesan kedepan jangan mundur dan lemah hati dan tetap komitment utnuk melakukan hal bersama,” kata Heronimus Tanam,seraya berharap harus bersatu menjaga Ketapang tetap kondusif.
Karena itu, melalui Raker, sosok yang juga menjabat asisten III Setda Ketapang ini berharap tidak hanya membuat program PPD. Tetapi, mari kita jalin hubungan dengan organisasi yang ada di Ketapang, sehingga saling memahami dan menghargai dalam membangun Ketapang lebih maju.(dra)