Dana SHK Perdana Untuk Kopbun Rasau Tiga Bersaudara

“Yang selama ini perlakuan kami dinilai tidak pernah membeda-bedakan dengan kebun inti karena kebun plasma punya asisten sendiri juga karyawan sendiri sampai pengangkutan buah ke pabrik juga tersendiri,” ungkap Area Controller Wilayah 7B PT BAS Karo Karo.

ADVERTORIAL
SERAHKAN SHK- Area Controller Wilayah 7B PT.KBAS Hadir Karo Karo saat menyerahkan SHK Perdana kepada Ketua Koperasi Rasau Tiga Bersaudara Midoi pada Senin (30/1).

KETAPANGNEWS.COM, Kendawangan- Dengan disaksikan unsur Muspika Kecamatan Kendawangan serta dua Kepala Desa dan pengurus Koperasi akhirnya pada Senin (30/1) bertempat di Kantor Karya Bhakti Agro Sejahtera ( KBAS) di Sungai Rasau Estate Desa Kedondong Kecamatan Kendawangan berlangsung acara penyerahan Sisa Hasil Kebun (SHK) perdana dari Perusahaan PT KBAS kepada Koperasi Rasau Tiga Bersaudara dengan nilai total Rp.575.672.535, yang mencakup petani plasma untuk tiga desa yakni Desa Kedondong, Desa Selimatan dan Desa Bangkal Serai.

Area Controller Wilayah 7B PT BAS Hadir Karo Karo dalam sambutannya mengatakan. bahwa perusahaan PT KBAS dalam membangun kebun untuk masyarakat melalui pola kemitraan karena sudah merupakan komitmen bersama sejak awal serta mengacu pada perundang-undangan yang berlaku.

Untuk itu dikatakanya bahwa semua kebun milik PT BGA Groups prosentasinya sama yaitu 20 persen untuk plasma dan 80 persen untuk inti dan dari luasan lahan yang dibangun PT.KBAS kurang lebih 4.200 hektar sekitar 954,6 hektar. Diantaranya untuk kebun plasma atau untuk 543 orang petani plasma, ditambahkanya perlu adanya saling kerjasama antara perusahaan dengan koperasi guna untuk pengawasan kebun plasma.

“Yang selama ini perlakuan kami dinilai tidak pernah membeda-bedakan dengan kebun inti karena kebun plasma punya asisten sendiri juga karyawan sendiri sampai pengangkutan buah ke pabrik juga tersendiri,” ungkapnya.

ADVERTORIAL-2
Penandatanganan Berita Acara serah terima dana SHK Perdana dari PT.KBAS kepada Koperasi Rasau Tiga Bersaudara.

Sementara Camat Kendawangan Drs Asdewi mengungkapkan, bahwa sangat penting membangun komunikasi yang baik antara perusahaan dengan koperasi agar terjalin hubungan dan kerjasama yang sinergis, terutama menyangkut kebun inti dan plasma serta berharap kepada koperasi untuk lebih transparan dengan anggotanya terkait dana SHK ini serta adil dalam pembagian dan meminta Kades untuk memonitor pembagian dana SHK kepada anggota petani plasma disetiap desanya.

“karena inilah sisa hasil kebun perdana yang tentunya sangat ditunggu oleh para petani plasma dan berharap pula semoga nanti dalam penyampaian dan pembagian itu tidak ada masalah,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Jinjing salah satu pengurus koperasi Rasau Tiga Bersaudara untuk secepatnya pengurus koperasi mengadakan musyawarah dalam menyikapi pembagian SHK perdana ini.

“supaya nantinya tidak timbul masalah dalam pembagian kepada anggota, karena sisa hasil kebun inilah yang ditunggu-tunggu selama ini oleh para petani,” ungkapnya.

Selain acara penyerahan dana SHK perdana dari manajemen PT KBAS kepada Koperasi Rasau Tiga Bersaudara juga dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara serah terima. Namun dana SHK perdana tersebut untuk sementara masih disimpan di pihak perusahaan, karena Koperasi sendiri masih belum siap untuk membagikan dengan alasan keamanan maka dipandang perlu untuk disimpan sementara di perusahaan PT KBAS. Nanti setelah adanya musyawarah mufakat antara anggota koperasi baru akan diambil kembali oleh Koperasi Rasau Tiga Bersaudara untuk segera dibagikan kepada anggotanya.(fendi/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published.