
KETAPANGNEWS.COM, Sandai – Lalu lalang truk sawit pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit milik PT Lanang Agro Bersatu di Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai menuai protes warga. Pasalnya, aktivitas tersebut dinilai menjadi penyebab hancurnya jalan lintas Kabupaten Ketapang yang berada di Desa itu.
Kepala Desa Sandai Kiri, Harman Susandi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jalan lintas Kabupaten di Desanya hancur lantaran sering dilalui truk pengangkut buah sawit PT Lanang Agro Bersatu yang beroperasi siang dan malam hari
“Saat ini kondisi jalan di Desa kami rusak parah. Salah satu penyebabnya karena sering dilalui truk pengangkut buah sawit PT Lanang,” kata Harman kepada Ketapangnews.com via selular, Senin (202) siang.
Selaku Kepala Desa, dirinya sudah sering menegur kepada pihak perusahaan agar memperbaiki jalan tersebut, baik dengan cara menimbunnya atau yang lainnya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, dirinya juga sudah melayangkan surat sebanyak dua kali kepada perusahaan dengan maksud yang sama. Ironisnya, pihak perusahaan tidak menggubris apa yang menjadi keinginan masyarakat.
“Secara lisan sudah ditegur bahkan melalui surat. Tapi sampai sekarang belum juga ditindak lanjuti. Padahal, jalan ini merupakan pasilitas umum. Kalau dibiarkan semacam ini, tentu akan merugikan masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam hal ini perusahaan agar segera memperbaiki jalan yang rusak akibat ulahnya. Sehingga masyarakat, terutama pengguna jalan tidak merasa dirugikan.
“Jangan sampai kami berpandangan bahwa perusahaan hanya tahu memakai, namun tak mau memperbaikinya,” tegas alumi STAI Al Haudl Ketapang ini.(absa)