RSUD Agoesdjam Kekurangan Tenaga Administrasi

"Kita memang kekurangan tenaga administrasi, yang ada saat ini sekitar 5 saja padahal idealnya 20 lebih, kalau untuk tenaga perawat dan bidan sampai saat ini kita masih cukup," ungkap Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang, dr Rusdi Efendi.

RSUD
foto suasana saat awak media mewawancarai Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang, dr Rusdi Efendi (baju batik) di ruang kerjanya.

KETAPANGNEWS.COM – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang, Dr Rusdi Efendi mengaku kalau pihaknya masih kekurangan tenaga administrasi. Dari jumlah ideal 20 lebih tenaga administrasi, RSUD Agoesdjam saat ini hanya memiliki 5 tenaga administrasi. Hal ini disampaikannya saat ditemui wartawan, Jum’at (3/2) diruang kerjanya.

“Kita memang kekurangan tenaga administrasi, yang ada saat ini sekitar 5 saja padahal idealnya 20 lebih, kalau untuk tenaga perawat dan bidan sampai saat ini kita masih cukup,” akunya.

Ia menjelaskan, kalau tenaga administrasi di RSUD tentu berbeda dengan administrasi di dinas-dinas lain, lantaran tenaga administrasi di RSUS harus melakukan pelayanan hingga perekaman data-data peritem seperti data pasien keluar, biaya pengobatan pasien, rekap biaya dokter, biaya infus, biaya obat dan lainnya.

“Selama ini tugas itu dibackup sama perawat yang sedang bertugas, karena kekurangan tenaga administrasi, kadang tenaga administrasi yang paginya di ruang pelayanan, siangnya ke ruang lain untuk membantu melakukan administrasi,” jelasnya.

Untuk itu, diakuinya tak jarang petugasnya kewalahan ketika harus merangkap kerjaan, terlebih kepada para perawat yang harus merawat pasien namun juga harus melakukan kerjaan administrasi ketika ada pasien pulang. Hal ini bukan tidak mungkin membuat petugasnya tidak fokus dalam bekerja.

“Kita juga tidak bisa memaksakan untuk meminta penambahan karena tentu menyesuaikan keuangan daerah, walaupun dalam tes tenaga kontrak non pns sekarang ini kita ada ajukan penambahan untuk tenaga kontrak di RSUD sebanyak 66 orang yang mana 20 lebih untuk tenaga administrasi namun yang disetujui ternyata hanya 4 orang untuk dibidang-bidang lain,” pungkasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.