Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Ikan Rangga Sentap Mengeluh

"Sekarang jauh lebih sepi dibanding dulu. Makin maraknya pasar dadakan di Kota Ketapang turut mempengaruhi pengunjung pasar tradisional karena warga banyak yang berbelanja di pasar dadakan pada pagi hari," ungkap Pedagang ikan Suharno

IMG-20170223-WA0001
Pasar Rangga Sentap tampak sepi pembeli Kamis (23/2).

KETAPANGNEWS.COM – Pedagang ikan di pasar tradisional Rangga Sentap Ketapang selalu mengeluhkan sepinya pembeli dikarenakan banyaknya pasar tandingan yang membuat penghasilan jualan menurun.

Pedagang ikan di Pasar Rangga Sentap Suharno (40) mengatakan, selain sepinya pembeli pasokanpun ikan saat ini semakin banyak sehingga harga jualpun murah.

“Sekarang jauh lebih sepi dibanding dulu. Makin maraknya pasar dadakan di Kota Ketapang turut mempengaruhi pengunjung pasar tradisional karena warga banyak yang berbelanja di pasar dadakan pada pagi hari,” ungkapnya Kamis (23/2).

Ia menuturkan, sehingga pembeli tidak lagi ke pasar Rangga Sentap yang dikelola Pemerintah Daerah yang banyak dikatakan masyarakat terlalu jauh dari kota.

“Sedikit banyaknya saya rasa ada pengaruhnya sehingga pengunjung pasar makin berkurang. Rata-rata pedagang mengeluhkan hal ini,” keluhnya.

Jika ada wacana penertiban pasar dadakan yang ada di kawasan Kota Ketapang dia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Dia berharap pemerintah bisa mencarikan solusi terbaik.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainya Syaiful (40) pedagang pasar menilai maraknya pasar dadakan menjadi penyebab menurunnya pembeli di pasar-pasar yang dikelola pemerintah.

Syaiful mengatakan, maraknya pasar dadakan diyakini menjadi penyebab menurunnya omzet pedagang-pedagang di pasar pemerintah. Karena itulah, mereka mendesak pemerintah menertibkan pasar dadakan.

“Omzet kami para pedagang ikan kian hari rata-rata turun setelah banyaknya pasar dadakan. Kami dukung penertiban pasar dadakan supaya pasar resmi kembali ramai. Kami ini membantu pemerintah karena kami bayar pajak dan sewa toko, sementara mereka tidak,” tegasnya.

Dia menyadari rezeki sudah ada garis masing-masing, namun keberadaan pasar dadakan secara jelas berdampak pada merosotnya omzet pedagang di pasar-pasar pemerintah.

“Jika kondisi ini dibiarkan berlarut, saya khawatir pasar pemerintah akan mati suri, karena sepi pembeli dan banyak pedagang gulung tikar,” ujarnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.