Tak Lulus Administrasi Guru PAUD Ini Menangis Terisak-Isak

"Saya terpanggil menjadi guru PAUD karena kekurangan guru, jadi walaupun izajah saya hanya SMA, saya berani saja mengajar," ujar Ropiatin.

IMG-20170219-WA0001-1
Ropiatin guru PAUD Bandung Permai Desa Ulak Medang Kecamatan Muara Pawan yang tak lulus Administrasi menunjukan berkas pengumuman.

KETAPANGNEWS.COM-Ropiatin (34 th) guru PAUD Bandung Permai Desa Ulak Medang Kecamatan Muara Pawan menangis terisak isak. Air mata Ibu dari Tiga anak yang tinggal di Desa Ulak Medang, tak terbendung menatap pengumuman peserta tes ulang yang lulus administrasi di dinding Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Ketapang. Harapannya untuk ikut tes ulang guru kontrakpun musnah.

Padahal sejak 4 tahun yang lalu, dia sudah mengabdi penuh dedikasi sebagai guru honor di PAUD Bandung Permai Desa Ulak Medang.

“Saya terpanggil menjadi guru PAUD karena kekurangan guru, jadi walaupun izajah saya hanya SMA, saya berani saja mengajar,” ujar Ropiatin kepada Ketapangnews.com Minggu (19/2).

Pada saat tahun 2014 pembukaan guru kontrak, ia mendaftar dan dinyatakan lulus.  Untuk meningkatkan kompetensinya sebagai seorang guru, sejak 2 tahun yang lalu, ia kuliah di Universitas Terbuka (UT) jurusan Pendidikan Anak Usia Dini.

“Saya sudah melampirkan Izajah terakhir, surat keterangan kuliah, kartu mahasiswa, Surat keterangan kepala PAUD, SKCK, SKD, surat perjanjian kerja dari Dinas pendidikan Ketapang, semua sudah saya lengkapi, mengapa saya masih tidak lulus administrasi,”tanya Ropiatin dengan sedih.

Ropiatin menuturkan, bahwa dipengumuman Pemda, tertulis PAUD Bandung Permai di Kecamatan Benua Kayong, padahal aslinya PAUD itu terletak di Desa Ulak Medang Kecamatan Muara Pawan Ketapang.

Ropiatin mengungkapkan, bahwa sebelum mendaftar, dirinya telah mendapat informasi dari Bagian Kepegawaian, bahwa guru guru asli masyarakat setempat yang sudah mengajar akan di prioritaskan untuk diterima, namun kenyataannya, jangan kan lulus tes tertulis, tes administrasi saja ia digugurkan.

Sementara itu Dhani Prasetyo, guru honor SDN 06 Ulak Medang juga harus menelan pil pahit. Selama 8 tahun ia telah mengajar di SDN terpencil tersebut. Ia juga hampir menyelesaikan kuliahnya di UT Pontianak jurusan Pendidikan SD. Ia juga heran semua syarat udah dilengkapi, namun masih juga tidak lulus administrasi. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.