
KETAPANGNEWS.COM – Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH mengatakan, 351 formasi yang tak terisi dari formasi guru dan tenaga medis, serta sebagian dari formasi umum. Kekosongan formasi tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya kurangnya minat pelamar karena lokasi yang jauh, juga disebabkan ketidaktahuan pelamar tentang pembukaan di formasi itu.
“Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemda dan DPRD Ketapang telah melakukan pembahasan dan seperti apa solusinya. Saya sudah merapatkan dengan dewan. Sekarang kita sedang mencarikan formulasi yang tepat untuk itu,” Jelas Bupati Martin, Rabu (22/3) kemarin.
Bupati menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan dewan, salah satunya adalah mengangkat tenaga kontrak yang tidak lulus tes beberapa waktu lalu dan menempatkan di posisi yang kosong.
“Pemilihan tenaga kontrak ini akan dilihat dari masa bakti yang bersangkutan. Akan kami utamakan yang masa kerjanya sudah lama,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, selain itu, karena banyak formasi yang kosong itu terletak di daerah pedalaman, yang akan menjadi kriteria pemilihan juga sanggup atau tidaknya calon tenaga kontrak untuk penempatan di pedalaman.
“Meskipun sudah mengabdi lama, tapi tidak bersedia ditempatkan di daerah, maka tidak akan dipilih,” ungkapnya.
Martin yang juga mantan Legislator DPRD Provinsi Kalbar ini berujar, akan memilih tenaga kontrak yang mau ditempatkan di daerah. Meskipun sudah lama bekerja, tapi tidak bersedia ditempatkan di daerah, maka tidak akan diangkat.
“Bisa saja dari pelamar baru yang diangkat jika dia mau ditempatkan di daerah,” tegas Martin.
Menurutnya, dalam waktu dekat, 351 orang akan dipilih untuk menempati formasi yang kosong tersebut. Setelah semuanya terpilih, baru kemudian akan diangkat dan diikat dengan kontrak.
“Awal April semua tenaga kontrak sudah mulai bekerja di masing-masing formasi. Tanggal 1 itu hari Sabtu, jadi tanggal 3 atau 4 sudah masuk kerja,” jelasnya.
Sementara terkait wacana penambahan jumlah tenaga kontrak dari yang sebelumnya ditetapkan menjadi sekitar 4 ribu,Bupati masih belum bisa memastikan berapa jumlah pastinya. Untuk menetapkan berapa kebutuhan akhir tenaga kontrak, ia masih akan melakukan rapat dengan jajaran SKPD.(dra)