
KETAPANGNEWS.COM -Terhadap pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Ketapang tahun 2018 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah (Pemda), Kamis (30/3). Bupati Ketapang, Martin Rantan SH menginginkan fokus anggaran hanya pada program porioritas daerah.
“Hal ini diminta guna mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati yang sudah ditetapkan sebagai RPJMD Ketapang,” pesan Bupati Ketapang Martin Rantan dalam sambutannya saat membuka Musrenbang di hadapan Gubernur Kalbar, Kamis (30/3).
Pada kesempatan itu, Martin juga mengatakan, tahun kedua dalam menjalankan visi misi dirinya bersama Wakil Bupati, Pemkab terus melakukan peningkatan dan percepatan akselerasi capaian indikator makro pembangunan daerah. Diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pertumbuhan ekonomi serta penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Ketapang.
Mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar ini menuturkan, pada satu tahun penyelenggaraan pemerintahan pembangunan kemasyarakatan, tepat pada 17 februari 2017 dibawah kepemimpinan Bupati, secara umum telah mengalami peningkatan dan berjalan sesuai harapan.
“Satu tuhun kepemerintahan telah dilakukan penataan organisasi perangkat daerah, pelantikan pejabat eselon dingkungan Pemkab dan penataan pegawai non PNS atau pegawai honor serta pembentukan dan pelantikan unit satgas saber pungli,” tuturnya.
Meningkatnya pelaksanaan pembangunan secara umum, menurutnya, hal ini ditunjukkan dari capaian indikator makro pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan.
“Capaian IPM ketapang tahun 2016 berdasarkan perhitungan sementara sebesar 64,63 persen. Sebelumnya tahun 2015, 64,03 persen.Sedangkan IPM tahun 2017 ini ditargetkan mencapai 65 persen,” ulasnya.
Bupato menjelaskan, kemudian capaian ekonomi tahun 2016 mengembirakan yakni 5,83 persen dan mengalami peningkatan signifikan dari capaian pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yang hanya 5,53 persen, diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalbar dan Nasional.
“Untuk di tahun 2017, Pemkab Ketapang optimis mencapai target diatas 6 persen,” timbalnya.
Mengenai peningkatan capaian indikator makro pembangunan daerah Kabupaten Kota, menurutnya tentu berpengaruh kepada peningkatan makro pembangunan Provinsi Kalbar.
Sehubungan dengan itu, Bupati mengharapakan Pemerintah Provinsi
dapat mengalokasikan anggaran melallui APBD Provinsi untuk penanganan jalan provinsi, jalan daerah irigasi dan rawa yang merupakan kewenangan provinsi.
Ia mengatakan, mendorong percepatan usulan perubahan status jalan Ketapang-Pesaguan dan Pesaguan-Kendawangan menjadi jalan nasional ini dalam rangka menunjang infrastruktur kawasan industri pagar mentimun di Kecamatan Matan Hilir Selatan dan pabrik smelter Sungai Tengar Kendawangan. Kemudian, adanya singkronisasi dan sinergisitas program dan kegiatan provinsi dangan Pemerintah Daerah Ketapang serta mendorong lembaga terkait melalui sumber dana APBN, dalam penanganan jalan nasional relokasi Bandara Rahadi Oesman, peti kemas di Desa Pelang, pembangunan waduk Mensubuk di Muara Pawan dalam menunjang kawasan estet.
“Dengan kondisi Ketapang yang cukup luas, dimana 20 persen dari luas Kalbar. Dalam waktu dan tidak lama lagi, Ketapang yang bergabung dengan KKU akan coba- coba mengajukan pemekaran menjadi Provinsi baru,” katanya.

Selanjutnya, Sekretaris Partai berlambang beringin ini juga meminta
Kepada seluruh jajaran perangkat daerah dalam pelaksanaan Musrenbang agar memperhatikan beberapa point, pertama memperhatikan program prioritas. Kedua, fokus anggaran hanya pada program prioritas daerah yang harus didahulukan dari yang lainnya guna mewujudkan visi misi Bupati yang sudah ditetapakan dalam RPJMD.
Ketiga, adanya singkronisasi dan keterpaduan program perangkat daerah. Keempat, adanya sinergisitas program antara pemerintah, dari pemerintah desa, kecamatan, provinsi dan keterkaitan swasta.
Kelima, mamastikan semua program prioritas daerah terintip dalam e-Musrenbang. Keenam, pengembnagan manajemen berbasis kinerja dalam seluruh jajaran pemerintah Ketapang
Ketujuh, pembangunan sistem informasi perencanaan atau e-Musrenbang, pengangaran, pengadaan dan evaluasi.
Kedelapan, penguatan peran pemerintah Desa dan Kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Terakhir, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, menajemen SDA, infrastruktur dan keuangan.
“Atas pelaksanaan, kami menaruh keyakinan besar bahwa dengan Musrenbang pada hari ini, kita mampu untuk membawa Ketapang maju dan menjadi sejahtera,” tutupnya.(Adv/absa)