Jalan Provinsi Berubah Menjadi Jalan Negara

Masyarakat Diiimbau Dukung Pembangunan Infrastruktur

jalan propinsi
Ruas jalan provinsi di Desa Sungai Kelik ini berubah menjadi jalan Negara akan dibangun secara bertahap dan nantinya terhubung sampai ke Kota Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM- Ruas jalan provinsi mulai dari persimpangan RS AgoesDjam Ketapang -Siduk-Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap telah merubah statusnya menjadi jalan negara. Ruas jalan tersebut akan dibangun dan dilebarkan dengan pembiayaan dari APBN.

“Mulai tanggal 15 kemarin sudah kita sosialisasikan,” kata Bupati Ketapang Martin Rantan SH, ketika membuka RAT CUPS baru-baru ini di Hotel Aston Ketapang.

Pelebaran jalan diharapkan kualitasnya sama dengan ruas jalan Trans Kalimantan. Bupati berharap masyarakat mendukung pembangunan jalan tersebut dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain ruas jalan nasional di Kabupaten Ketapang juga terdapat ruas jalan provinsi diantaranya Ketapang -Kendawangan. Ruas jalan ini akan pada 2017 sudah dialokasikan anggaran oleh Pemprop Kalbar. Demikian juga ruas jalan dari arah Nanga Tayap menuju Tumbang Titi, Marau sampai Manismata adalah ruas jalan provinsi. Untuk tahun anggaran 2017 dikabarkan pembangunan jalan tersebut sampai ke Jembatan Tumbang Titi.

Ruas jalan yang semula menjadi tanggungjawab provinsi, namun berubah menjadi kewenangan Pemkab Ketapang adalah ruas jalan Sungai Pelang-Batu Tajam. Untuk tahun anggaran 2017, dialokasikan sebesar Rp 15 miliar, peruntukannya untuk fungsional jalan.

Didepan ratusan undangan RAT CUPS, Bupati Ketapang menuturkan mulai tahun 2018 akan dibangun dengan Multi Years. Ia tak menginginkan ruas jalan Sungai Pelang-Batu Tajam, kondisinya seperti saat ini sampai masa jabatanya berakhir. Ruas jalan ini sangat strategis, karena dimanfaatkan masyarakat Sungai Melayu, Tumbang Titi, Pemahan, Jelai Hulu dan Marau.

Dengan kegiatan Multi Years, direncanakan juga akan dibangun Jalan Sungai Awan-Tanjungpura-Tanah Merah. Kelanjutan pembangungan ruas jalan ini dinilainya penting, karena masyarakat sekitar Ulak Medang-Tanjungpura, dan Desa Mayak juga perlu ruas jalan untuk mengembangkan perekonomiannya, khususnya sarana transportasi ke ibukota Ketapang.

“Ada fenomena alam diwilayah mensubuk,” ujarnya.

Fenomena alam yang dimaksudkanya adalah pengamatan dan pengalaman pelaksana pekerjaaan penimbunan ruas jalan ini beberapa tahun lalu. Dimana, sehari setelah penimbunan terjadi penurunan tanah pada keesokan harinya. Saran Bupati kepada Kepala Dinas PU Ketapang yang hadir dalam RAT CUPS hal tersebut untuk diatasi dengan bijak. Selain itu, ia menyebutkan kedepan juga direncanakan kelanjutan pembangunan Kantor Bupati, penataan drainase dan pelebaran ruas jalan di Kota Ketapang. Hal ini dianggapnya penting, dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Dalam pembangunan infrastuktur di Kabupaten Ketapang, ia juga menyebutkan pentingnya kelanjutan detail Design Engenering Islamic Center Masjid Agung Al-Ikhlas maupun Katolik Center di Payak Kumang. Begitu juga agama lainnya. Ini sebagai bentuk pembangunan spritual yang dilakukan Pemkab Ketapang. Dengan pembinaan spiritual maka diharapkan kerukunan umat beragama di Ketapang meningkat. Ini dilakukan dalam meningkatkan dan mempertahankan kondusifnya Kabupaten Ketapang. Begitu juga penekanan harmois dalam etnis di Kabupaten Ketapang.

Ia menginginkan adanya rumah budaya dalam sebuah desa. Dimana, selain rumah adat Dayak terdapat juga rumah adat Melayu, Tionghoa dan lain-lain.

Selain dalam RAT CUPS, harapan itu juga dicetuskan Bupati Ketapang dalam Pagelaran Seni Budaya di halaman Kejaksaan Negeri Ketapang. Bupati berharap seluruh komponen masyarakat akan selalu hidup damai dan jangan sampai terlibat dengan organisasi yang inteloransi.

“Sebanyak apa pun dana yang dicurahkan, sepintar apa pun SKPD yang ada, Kalau daerah ini tidak aman, kita sudah bekerja, pesan moral yang ingin saya sampaikan Ketapang ini harus  tetap kondusif,” pesan Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ketapang juga mengingatkan dalam mendukung maju dan berkembangnya daerah ini, kedepan pihak PLN akan membangun tower-tower jaringan (SUTET) yang membentang dari Tayan ke Ketapang-KKU. Karena itu, masyarakat diharapkan mendukung pembangunan infrastruktur yang ada.(Adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.