
KETAPANGNEWS.COM-Tahapan seleksi administrasi, dan test kompetensi terhadap ribuan pelamar tenaga kontrak merupakan langkah dalam menata pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Adanya penataan pegawai yang dibuka juga untuk pelamar umum, dikatakan Bupati Ketapang Martin Rantan, ada beberapa suara miring, bahkan ada yang menuliskan di media sosial.
“Ini hanya untuk menata,” tegas Bupati Ketapang ketika membuka RAT CUPS Ketapang baru-baru ini.
Perlunya penataan karyawan dilingkungan Pemkab Ketapang, maka dapat dibayangkan untuk bagian umum, kata Bupati terdapat 170 tenaga kontrak yang tidak ada meja dan kursi. Hal seperti itu, perlu diefesienkan. Selain itu, Pemkab Ketapang juga menambah tenaga kontrak untuk guru, perawat, dan penyuluh.
Bupati Ketapang menyebutkan dalam mengarahkan tim panitia, dirinya sempat lupa bahwa dari guru kontrak dipedalaman ada yang masih tamat SMA untuk mengajar SD. Sementara dalam pengumuman yang tidak bisa dikutak-katik lagi, terdapat syarat yang diumumkan, formasi harus sarjana.
Akibatnya, ada tenaga guru kontrak yang tidak lulus administrasi. Supaya proses belajar tetap berjalan, bagi guru kontrak yang sedang melanjutkan pendidikan, maka pihaknya melakukan kebijakan terhadap guru kontrak tersebut.
Hal tersebut dilakukan supaya untuk tenaga pendidikan, kesehatan dan penyuluhan tetap dilakukan penambahan. Hal itu penting karena pendidikan adalah kebutuhan dasar, begitu juga keberadaan tenaga kesehatan dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia.
Selain menambah tenaga guru dan kesehatan, Bupati Ketapang juga menyebutkan pentingnya meningkatkan pembangunan sektor ekonomi riil. Keberadaan tenaga penyuluh idealnya 1 desa satu penyuluh. Sedangkan desa di Kabupaten Ketapang berjumlah 253 desa. Saat ini hanya ada 80 tenaga penyuluh. Sementara masyarakat kita sebagian besar hidup disektor pertanian, perkebunan. Penambahan tenaga penyuluh, harapannya bisa membimbing masyarakat untuk meningkatkan pengetahuannya. Sehingga, bisa meningkatkan pendapatan dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Penegasan Bupati tersebut juga disampaikannya dalam sambutan di malam gelar seni budaya di halaman Kejaksaan Negeri Ketapang, Sabtu (25/2) malam.
Pentingnya masyarakat memahami kebijakan Bupati Ketapang dalam menata pegawai honor juga disampaikan dalam pesan khusus Bupati ketapang melalui asisten III Setda Ketapang dalam peresmian Gereja Katolik Stasi St. Yohanes Rasul Dusun Engkadin Desa Sepakat Jaya, Minggu (26/2) siang.
Dalam penerimaan tenaga kontrak banyak sms, bahkan media sosial yang diterima bupati bahkan tim panitia. Dijelaskan asisten III Setda Ketapang yang mewakili Bupati Ketapang bahwa penerimaan tenaga kontrak adalah untuk menata. Sebab selama ini, banyak yang tidak sesuai penempatannya. Begitu juga dalam penerimaan guru. Selama ini ada guru harus dibedakan, mana guru yang kontrak, dan mana guru yang honor pakai dana bos.
Guru kontrak yang dimaksudkan adalah guru yang selama ini di-SK-kan dengan keputusan Bupati atau Kepala Dinas, bukan SK kepala sekolah. Jika SK kepala sekolah, jelas bukan kontrak. Selain itu, ada juga guru honor yang mengajar SD di pedalaman hanya tamatan SMA. Hal-hal seperti ini yang perlu ditata.
Penerimaan untuk tenaga kontrak baik guru, kesehatan dan penyuluh pada prinsipnya adalah untuk pembangunan di seluruh Kabupaten ketapang, termasuk juga di Kecamatan. Ini dapat dilihat dari penerimaan guru untuk penempatan di sekolah di kecamatan, penempatan tenaga kesehatan di puskesmas, dan penambahan tenaga penyuluh masing-masing lima di wilayah kecamatan.
Panjang lebar Drs Heronimus Tanam ME menyampaikan pesan Bupati Ketapang agar diketahui pelamar tenaga kontrak. Pemerintah Daerah berupaya menata keberadaan pegawai kontrak, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan fungsinya. Karena itu masyarakat dan calon pelamar memahami niat baik Pemerintah Daerah dalam penataan aparatur tersebut. Dimana, penataan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Visi dan Misi Bupati Ketapang.(Adv/dra)