
KETAPANGNEWS.COM- Tatan pelaku dugaan persetubuhan anak bawah umur saat ini menjalani pemeriksaan di Polres Ketapang.
Pria paruh baya yang telah mempunyai dua anak ini menceritakan awal mula kejadian, kalau korban beserta temannya sempat meminjam handphonenya ketika bertemu di perjalanan sekitar Bulan Februari 2016 lalu.
Menurutnya, saat itu dirinya sedang menelepon, kemudian korban bersama temanya datang meminjam hpnya.
“kebetulan hp saya dua jadi saya pinjamkan satunya, usai menelepon karena saya kebelet pipis saya buru-buru pulang hp saya tinggal sama mereka, setelah itu saya ambil, rupanya korban mencatat nomor handphone saya,” tuturnya di Polres Ketapang Rabu (8/3).
Keesokan harinya dirinya mendapat pesan singkat yang diketahui dari korban yang mengajak dirinya jalan, namun ia tidak terlalu menggubris pesan singkat tersebut.
“Besoknya lagi ada sms lagi dari korban, isinya pernah disewa sama om-om, seolah menawarkan dirilah, tapi saat itu tidak terlalu saya hiraukan,” ungkapnya.
Setelah itu, pada malam berikutnya ketika dirinya pergi keluar menggunakan sepeda motor, Ia bertemu dengan korban di pinggir jalan, diakuinya dirinya sempat berjalan pelan didekat arah korban dan kemudian korban langsung menaiki motornya. Saat diatas motor korban kembali menawarkan dirinya.
“Dia menawarkan diri lagi, kemudian saya tanya memangnya begitu duitnya buat apa, katanya buat bayar hutan sama teman dan bayar arisan, kemudian saya tanya memangnya mau berapa, ia menjawab katanya 2 juta,” akunya.
Setelah terjadi perbincangan, dirinya mengaku terpancing dan menjadi nafsu terhadap korban yang juga merupakan anak dari temannya yang tinggal satu desa dengannya tersebut. Dirinya kemudian membawa korban di sebuah losmen di komplek pasar rangga sentap.
“Disana kejadiannya, saya tidak ada memaksa dia, itu suka sama suka. Bahkan usai kejadian saat mau saya kasi uang 2 juta tapi dia minta 2,5 juta, karena saat itu kebetulan saya ada uang lebih,ya saya kasi 2,5 juta,” terangnya.
Usai kejadian tersebut, berselang beberapa waktu, dirinya mendengar gosip-gosip mengenai kejadian tersebut bahkan dirinya mengaku mendapat beberapa kali pesan singkat berisi ancaman akan melaporkan kejadian kepada istrinya bila tidak memberikan sejumlah uang.
“Saya sempat membalas pesan singkat, awalnya minta 2,5 juta, kemudian saya pancing, saya katakan kalau mau 5 juta langsung ketemu, ternyata yang mengirim pesan singkat minta uangnya ditransfer, kemudian saya bilang saya kasi 10 juta kalau mau ketemu,” paparnya.
Menurutnya,ternyata pengirim pesan mengajak ketemu didepan losmen ajaib di daerah Benua Kayong, sesampainya disana ternyata ada korban dan kedua temannya yang mengirim pesan singkat.
“Saat itu saya langsung marahi dia, saya nasehati, tidak tahunya besoknya saya dilaporkan,” ucapnya.
Usai dilaporkan, ia mengaku sama sekali tidak berniat untuk melarikan dirinya, namun lantaran bukti berupa pesan singkat korban yang menawarkan diri serta memeras dirinya sudah ia hapus, dirinya berniat menghindar sambil mencari bukti kalau korban yang mengajak dirinya.
“Sms-sms korban memang saya hapus, karena saya takut ketahuan istri, makanya saya coba menghindari ke Desa Mayak, selama disana saya Kerja Ikan sambil mencari bukti,” kilahnya.
Sedangkan saat ditangkap, dirinya mengaku memang ingin pulang kerumahnya dan menghadap ke Polres Ketapang, namun baru setengah jam tiba dirumah, dirinya langsung ditangkap jajaran anggota Satreskrim Polres Ketapang. (dra)