
KETAPANGNEWS.COM – 44 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) terjadi di Kabupaten Ketapang, namun belum ada satu kasuspun yang dinyatakan positif rabies.
Fungsional Medik Veteriner Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, Edi Sujarwo mengatakan, setiap kasus gigitan hewan penular rabies terjadi, maka pihaknya langsung mendapat laporan dari instansi terkait untuk kemudian melakukan pengecekan terhadap hewan yang mengigit. Dari kasus yang ada sampai saat ini, sudah dilakukan pengecekan terhadap hewannya dan ternyata negatif rabies.
“Sebagian besar kasus-kasus gigiran hewan GHPR lantaran hewan-hewan tersebut merasa terprovokasi sehingga akhirnya menggigit para korbannya. Untuk tahun ini, belum ada yang positif rabies,” jelasnya
Edy mengimbau agar para pemilik hewan peliharaan khususnya hewan berpotensi menularkan rabies seperti anjing, kera dan lainnya untuk dapat memvaksinkan hewan-hewan peliharaan mereka ke puskesmas-puskesmas maupun dikecamatan-kecamatan yang telah tersedia. Karena dengan kondisi perubahan cuaca seperti saat ini maka hewan seperti anjing mudah stres, daya tahannya turun.
“Untuk itu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kita imbau agar hewan-hewan peliharaan seperti anjing, kera di vaksin, apalagi vaksin gratis tanpa dipungut biaya,” imbaunya.
Ia menambahkan, saat ini stok vaksin untuk hewan masih tersedia dan dinilai cukup, sehingga diharapkan masyarakat yang memelihara hewan khususnya berpotensi menyebar rabies seperti anjing agar dapat sesegera mungkin memvaksinkan hewan peliharaan mereka.
“Stok vaksin masih ada, masih bisa memvaksin untuk 900 ekor hewan,” jelas Dr Hewan ini.(dra)