
KETAPANGNEWS.COM – 55 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat terjadi di Ketapang selama tahun 2017 ini. Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan menjadi daerah yang jumlah kasus DBD nya terbanyak hingga saat ini. Anak-anak usia 3 sampai 9 tahun paling banyak menderita penyakit DBD akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Ketapang, Yulia Ningsih, mengaatakan, kasus DBD hampir ditemukan disemua Kecamatan dan untuk Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak terdapat di perkotaan Ketapang tepatnya di Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.
“Memang kelurahan sampit endemis DBD,” katanya kepada wartawan Jumat (14/4).
Ia menjelaskan, dari jumlah 55 kasus DBD tersebut, yang paling banyak menjadi penderitanya adalah anak-anak usia 3-9 tahun.
“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan kita berharap tidak ada korban jiwa karena kasus DBD,” harapnya.
Ia mengungkapkan, mulai banyaknya kasus ini lantaran lingkungan kotor yang menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti mudah berkembang biak, terlebih dilokasi terdapat penampungan air hujan, hal ini diperparah dengan kesadaran Pola Hidup Bersih dan Sehar (PHBS) di beberapa wilayah masih rendah, sehinnga kesadaran untuk memberantas sarang nyamuk juga rendah.
“Kita akan menggalakkan gerakan bersih lingkungan yang akan dimulai dari tingkat RT hingga desa, serta akan mengaktifkan kembali kader pemantau jentik yang sudah dibentuk sebelumnya,” jelasnya.
Menurutnya, kader Jumantik yang telah terbentuk akan disegarkan kembali, selain juga akan dilakukan pembagian abate dan sosialisasi dilokasi-lokasi yang dianggap rawan DBD juga akan lebih gencar dilakukan.
Yulia Ningsih berujar, sedangkan tindakan dilokasi yang ditemukan kasus DBD akan langsung dilakukan fogging untuk mencegah menularnya virus DBD yang dibawa oleh nyamuk.
” tidak hanya dipemukiman penduduk, kita melakukan pemantauan di sekolah-sekolah, bisa saja sekolah bisa jadi sarang nyamuk. Karena PHBS disekolah yang rendah juga bisa membuat nyamuk bersarang,” tuturnya.
Untuk itu, kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk menggalakkan PHBS akan dilakukan, bahkan pihaknya berencana mengadakan lomba sekolah bebas jentik.
Langka-langkah ini dilakukan lanjut Yulia guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus DBD lima tahunan. Karena sebelumnya, Ketapang ditetapkan sebagai daerah yang berstatus kejadian luar biasa (KLB) DBD.
“kita terus galakkan PHBS, pembagian abate, pemberantasan sarang nyamuk, pembentukan kader pemantau jentik ,” tutunya.(dra).