
KETAPANGNEWS.COM-Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Ketapang, Yulia Ningsih, menerangkan hingga pekan ke-14 tahun 2017 terdapat 44 kasus gigitan hewan mulai dari gigitan anjing, kucing serta hewan penular rabies lainnya.
“Kasus gigitan tertinggi terdapat di Kecamatan Delta Pawan dengan 8 kasus gigitan,” jelasnya Rabu (19/4).
Yulia menuturkan, kemudian, Kecamatan Jelai Hulu 7 kasus gigitan, Kendawangan 7 kasus, Tumbang Titi 5 kasus serta Nanga Tayap 4 kasus. Semua kasus ini hanya kasus gigitan dan belum ada yang positif rabies.
Menurutnya, semakin banyaknya kasus GHPR terdata lantaran kesadaran masyarakat untuk langsung melaporkan setiap kasus gigitan semakin meningkat lantaran masyarakat sudah mulai memahami bahaya rabies.
“Hal ini semakin membantu dalam memberikan penanganan sedini mungkin, lantaran setiap warga yang melapor menjadi korban GHPR, langsung diberikan penanganan berupa pemberian vaksin anti rabies,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kalau pemberian vaksin pertama dinyatakan negatif, maka pemberian vaksin dihentikan. Untuk kesedian vaksin anti rabies selalu ada.
“saat ini masih ada sekitar 150 dosis vaksin anti rabies yang tersedia yang tersebar di beberapa puskesmas di Ketapang, yang mana untuk puskesmas yang lokasinya cukup jauh maka jumlah vaksin anti rabies yang diberikan lebih banyak,” tuturnya.
Yulia menambahkan, selain memberikan penanganan dini terhadap korban GHPR, pihaknya juga telah membentuk 5 rabies center khusus menangani kasus rabies. Yang mana 5 rabies center berada di Kecamatan Kendawangan, Delta Pawan, Benua Kayong, Manis Mata dan Nanga Tayap.
Ia menambahkan, nanti akan ditambah hingga 12 rabies center dan akan ditindaklanjuti dengan pengadaan tempat penyimpanan vaksin anti rabies karena selama belum ada tempat khusus untuk penyimpanannya.(dra)