
KETAPANGNEWS.COM– DPD Pengajian Al-Hidayah Ketapang melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan Isra’Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H / 2017 M. Di antara kegiatannya Lomba Baca Surah Yasin.
Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah lomba ini dilaksanakan di Sekretariat DPD Pengajian Al-Hidayah Ketapang, Minggu (2/4).
Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Ketapang, Ny HJ Nurul Khasanah, Selasa (4/4) mengatakan, lomba Baca Surah Yasin ini diikuti 75 peserta.
“Juara pertama diraih Solbani dari pengajian Al-Hidayah Pesaguan Kecamatan Matan Hilir Selatan, juara dua diraih Tika dari Pengajian Al-Hidayah Desa Baru Benua Kayung. Juara tiga diraih Juniati dari Pengajian Al-Hidayah Sandai,” jelasnya.
Nurul menjelaskan, lomba ini diikuti peserta dari berbagai kecamatan, seluruh pemenang mulai juara pertama hingga juara harapan ketiga diberikan piala dan hadiah berupa uang pembinaan.
“Kita juga menyerahkan dorprize kepada Pembina Pengajian Al-Hidayah. Lantaran telah berbuat banyak untuk kemajuan Pengajian Al-Hidayah Kabupaten hingga kecamatan. Lomba ini bukan sekadar lomba membaca,” jelasnya.
Menurutnya, melalui lomba pembacaan tartil Surah Yasin masyarakat khususnya peserta agar lebih dapat memahami isi kandungan Al-Quran. Serta sebagai motivasi agar masyarakat selalu beribadah dan taat menjalankan sariat agama. Kemudian lomba ini juga bukan untuk mengadu kehebatan masing-masing pengajian. Melainkan untuk menyatukan atau mempererat tali silaturahmi antara ibu-ibu pengajian di seluruh Ketapang.
Pembina dan Penasehat DPD Pengajian Al-Hidayah Ketapang, Ny Hj Suma Jenny Morkes Effendi mengungkapkan, keberadaan DPD Pengajian Al-Hidayah Ketapang memang sudah seharusnya diberdayakan kembali hingga ke kecamatan-kecamatan.
Ia mengungkapkan selama ini DPD Pengajian Al-Hidayah termasuk dalam kelompok pengajiannya terkesan kurang ada aktifitas. Kekurangan ini tentu harus menjadi kajian bersama terutama pengurus DPD Pengaajian Al-Hidayah.
“Mari kita tingkatkan lagi pengajian dari rumah ke rumah,” ajaknya
Wakil Ketua DPRD Provinsi ini juga mengingatkan, jangan sekadar membaca Al-Quran saja tapi harus mengerti tajuit dan makna-maknanya. Sehingga paham dan mengerti untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ditegaskannya peran serta ibu-ibu pengajian Al-Hidayah pada pembangunan daerah sangat penting. Terutama dalam mencetak generasi muda yang beretika dan berakhlak. Termasuk dalam hal mengantisipasi pengaruh negatif arus globalisasi. Seperti di media sosial atau di dunia maya dan dalam pergaulannya sehari-hari.
“Saya imbau awasi terus gerak gerik generasi muda kita. Mereka jangan sampai terjerumus ke tindak kriminal, narkoba dan pergaulan bebas,” harapnya.
Ia juga berharap ibu-ibu pengajian Al-Hidayah benar-benar menjadi istri baik bagi suami. Serta penuh keimanan dan senantiasa berakahlakul qarimah dan shalehah. Kemudian mendampingi suami secara baik dan dicintai anak-anak.
“Kepada panitia penyelenggara saya ucapkan terima kasih atas pelaksanaan Lomba Baca Syurah Yasin ini termasuk kepedulian berbagai pihak lainnya,” ucapnya. (dra)