
KETAPANGNEWS.COM– Ketahanan pangan disektor pertanian terus digalakan mantan Bupati Ketapang Periode 2010-2015 Drs Henrikus M,Si, secara terus menerus memotivasi serta memberikan inspirasi bagi para petani di Ketapang.
Sabtu (8/4) pagi dilahan sawah pribadi Henrikus sekitar lima hektar dilaksanakan panen perdana padi bibit unggul dengan hasil panen sekitar 3,5 ton per hektar gabah kering dengan total hasil panen mencapai 15 Ton gabah.
Panen ini juga disaksikan para petinggi Partai NasDem baik di DPC tingkat Kabupaten maupun Provinsi diantara rombongan tampak hadir Anggota DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie, maklum kini Henrikus telah bergabung di partai NasDem besutan Surya Paloh.
“Panen perdana ini luasnya kurang lebih 5 hektar. Hasil panen per hektar kurang lebih 3,5 ton . maklum ini kan panen yang pertama kali, nanti akan kembali kita di evaluasi untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal,” jelas Henrikus usai kegiatan panen.
Ia menuturkan, kedepan manajemen pengelolaan lahan pertanian akan diperbaiki, seperti sawah dipetak-petak, bikin saluran parit cacing , tidak boleh lahan terlalu besar, karena pengairan airnya akan susah.
“Kalau lahan terlalu besar, biar pun kita pompa pakai dua mesin, air akan cepat habis, air tidak bisa tertampung,” ujarnya.
Sosok Henrikus terus konsen disektor pertanian ini untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada petani ini mengungkapkan, lahan-lahan disawah akan dibikin akses jalan yang bisa dilalui kendaraan jenis Tosa agar mobilisasi mengangkut hasil panen maupun saat menanam padi akan semakin mudah.
“Jadi maklumlah kalau panen kali ini tidak bisa maksimal, karena masih panen pertama. Tetapi lumayan lah untuk tingkat kabupaten. Kalau perhektar 3,5 ton berarti kurang lebih 15 ton yang kami dapat cukup lah untuk mengembalikan biaya pupuk racun dan biaya produksi,” ungkapnya.

Mantan orang nomor satu di Ketapang ini mengenang kembali saat ia menjabat Bupati, selalu memberikan motivasi kepada petani.
“Bahkan saat dulu juga menjadi Camat memberikan sekolah lapangan kepada petani. Saat itu Penyuluh Petaninya secara teknis pak Keling namanya. Saya bertugas memberikan motivasi kepada petani. Itulah yang saya kerjakan sampai saya menjadi Wabup,” tuturnya.
Saat menjabat Bupati Ketapang Periode 2010-2015 karena kesibukanya sebagai kepala daerah, waktunya semakin sempit. Namun upaya terus memberikan motivasi kepada petani dengan memberikan Saporotan dan Saporodi.
“Ketika saya pensiun waktu saya kan banyak, jadi saya tidak boleh hanya bisa ngomong saja, saya harus jadi pelaku petani, saya juga masuk dalam kelompok tani di Suka Maju, Jadi selalu punya waktu memberikan motivasi bagi petani. Saya mengajak masyarakat Ketapang meningkatkan ketahanan pangan, itu motivasi saya,” ajaknya.
Menurutnya, setelah panen lahan pertanian ini akan segera ditanam kembali, namun Ia belum tahu, apakah bisa panen sekali,dua kali atau sampai tiga kali dalam setahun, yang jelas lahan pertanian tak boleh mengangur , terus akan dikelelola.
“Karena kita mengunakan mekanisme pupuk, racun kita tidak pakai tradisional lagi. Panen atau mengetam pakai mekanisme,” jelasnya.
Henrikus yang terkenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat ini berharap, jangan hanya dirinya saja yang maju disektor pertanian, namun semua petani di Ketapang bisa bersama-sama maju, agar tingkat kesejahteraan maupun pendapatan masyarakat Ketapang semakin meningkat.
“Petani harus selalu shering, bagaimana mengatasi hama seperti pangau atau tikus dan hama lainya. Jadi saling tukar pengalaman dan informasi itu sesama petani itu penting. Jadi tidak hanya pengalaman teknis saja, pengalaman enperik itu juga kita lakuan. Jadi jangan pernah malu menjadi petani, karena Petani tidak harus beli beras lagi,” tutup Henrikus yang pernah bercita-cita menjadikan petani di Ketapang berdasi ini. (dra)