
KETAPANGNEWS.COM—Pagelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SMP Se-Kabupaten Ketapang Tahun 2017 resmi ditutup, Minggu (23/4). Acara yang dihelat di halaman SMP 3 Ketapang tersebut ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Uti Royten SPd MPd.
Dalam sambutannya, Uti Royten mengatakan, kegiatan olahraga bukan hanya seremonial, tetapi merupakan proses dalam mengevaluasi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Karena sekolah unggul dan baik adalah sekolah yang mampu melaksanakan proses secara baik dan benar.
“Kita harus mengendalikan itu bekerjasama dengan komite. Sehingga kegiatan disetiap sekolah masing-masing dapat berkelanjutan dan berkesinambungan,” kata Uti Royten, Minggu (23/4).
Untuk itu, diharapkan rekan-rekan pembina olahraga agar secara rutin melakukan pembinaan di sekolah. Bukan hanya pada moment lomba saja, artinya dipersiapkan sejak awal.
“Jadi bukan dipersiapkan saat mengikuti lomba. Namun bagaiman belajar berproses. Karena konsep pembinaan bakat minat merupakan keharusan bagi peserta didik sebagai generasi bangsa,” timpal Uti.
Mantan kepala SMPN 6 ini juga menuturkan, perlombaan bukan hanya bicara kalah dan menang. Tetapi bagaimana siswa-siswi mempunyai skil, kemampuan dan pola berpikir yang baik untuk bekal dirinya kelak.
“Jadi diharapkan, pola-pola instan tersebut harus ditinggalkan. Artinya pola proses harus dilakukan berkelanjutan,” tuturnya.
Menurutnya, terhadap pelaksanaan kegiatan, ada beberapa hal yang dievaluasi. Diantaranya seperti cabang silat. Kedepan, di Ketapang harus dapat mensosialisasikan gerakan silat yang baku untuk dipertandingkan.
“Sehingga teman-teman sekolah yang dari Kecamatan perhuluan memiliki kesetaraan dalam gerakan silat dengan sekolah yang ada di kota. Sehingga semua sekolah mengetahui gerakan silat yang sesuai juknis,” ujarnya.
Selanjutnya, renang juga perlu disosialisasikan. Baik menurut teori maupun prakteknya. Karena banyak kita perhatikan, pada kegiatan kemaen peserta masih gaya bebas. Kemudian bulu tangkis banyak bakat alam.
Terhadap juara tingkat Kabupaten, masih mempunyai waktu untuk meningkatkan skil dan kemampuan anak, agar mereka siap bertanding ketingkat provinsi. Terlebih OSN tingkat Provinsi dilaksanakan pertengahan Mei.
“Untuk O2SN dilaksanakan pertengahan Juli. Sementara FLS2N dilaksanakan bulan Agustus. Artinya masih mempunyai waktu untuk meningkatkan kesiapan mereka (juara-red),”
Dirinya selaku pembina bidang SMP bekerjasama dengan kabid SD beserta jajaran akan mengupayakan untuk membek-up pendanaan khususnya pendidikan. Sehingga pemenang lomba akan disupport dana-dana TC.
Diakhir sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah, guru olahraga, panitia pelaksana dan seluruh peserta lomba yang telah mensukseskan kegiatan sampai selesai. Semoga kegitan serupa kedepannya dapat terlaksana lebih baik lagi.(absa)