
KETAPANGNEWS.COM—Dinas Pendidikan Ketapang bekerjasama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SOSN), Jum’at (21/4). Kegiatan yang diikuti 60 Sekolah tersebut dipusatkan di SMPN I Ketapang.
“Pelaksanaan kegiatan sebenarnya ada dua, namun disatukan dan terpusat di SMPN 1 Ketapang. Dalam pelaksanaan Disdik bekerjasama dengan MKKS SMP,”kata Kepala Dinas Pendidikan Ketapang, H Jahilin kepada wartawan di Ketapang, Jum’at (21/4).
Jahilin menjelaskan, kegiatan yang digelar merupakan persiapan kompetisi lomba tingkat Kabupaten. Sehingga para juara dari masing-masing cabang lomba akan dikirim ke tingkat Provinsi sebagai perwakilan Ketapang.
Tahun sebelumnya, diakui dia, dulu Ketapang pernah menjadi juara tingkat nasional cabang atlet pelari yakni Martabek dan petinju Daud Cino Yordan. Kemudian, tingkat SD kemarin juga dikirim dan juara meraih juara empat nasional lomba sain matematika, IPA dan IPS.
“Mudah-mudahan ditahun ini kita do’akan ketapang bisa bersaing dengan atlet dari kabupaten lain. Kalaupun belum, kami akan mengevaluasi bagaimana caranya memberikan semangat kepada siswa atau atlet agar lebih berprestasi lagi pada tingkat Provinsi maupun Nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MKKS SMP, Sarjono mengaku, sebulan sebelum pelaksanaan pihaknya sudah melakukan persiapan. Diantaranya mengerahkan semua kepala SMP se-Kabupaten Ketapang untuk memback up kegiatan agar terlaksana dengan baik dan sukses.
“Persiapan lainnya seperti, mempersiapkan cabang lomba, panitia penyelenggara turnamen, upacara pembukaan dan penutupan,” timbal Sarjono.
Dipaparkan dia, pelaksanaan O2SN terdiri dari lima cabang lomba. Diataranya atletik, renang, bulu tangkis, silat dan karate. Untuk juara diambil putra-putri dari masing-masing cabang lomba dengan jumlah 10 orang. Kemudian, peserta yang mengikuti terdiri dari 60 Sekolah tingkat SMP dari 20 Kecamatan di Ketapang.
“MTS tidak kita masukkan, karena punya program sendiri. Kemarin MTS mau bergabung, namun kita tolak karena memang bukan jajaran dibawah naungan Dinas Pendidikan,” ucapnya.
Kepala Sekolah SMP I, Ferdinand menambahkan, kegiatan yang diselenggarakan merupakan agenda rutin disdik sesuai juknis dari Kementerian Pendidikan yang dilakukan disetiap jenjang kecamatan, Kabupaten, Provinsi sampai Nasional.
Pelaksanaan tahun ini, diakuinya berbeda dengan tahun lalu. Karena tahun ini disdik bekerja sama dengan MKKS se-Ketapang. Sehingga pelaksanaan tahun ini agak semarak dengan didukung kepala SMP se Ketapang.
Ditambahkan dia, mengenai prestasi dibanding Kabupaten lainnya, Ketapang agak tertinggal sedikit.
“Mudah-mudahan tahun ini dapat mengejar ketertinggalan itu. Sehingga mencapai prestasi pada level Nasional,” tutupnya.(absa)