
KETAPANGNEWS.COM, Nanga Tayap – Sekitar 70 orang yang terdiri dari siswa SDN 07 Nanga Tayap Desa Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap Ketapang yang diduga keracunan makanan pada saat mengikuti acara perpisahan siswa kelas VI SDN 07 Nanga Tayap, Senin (22/5). Sampai sekarang sudah sebanyak 50 orang yang sudah di perbolehkan pulang oleh pihak Puskesmas.
Mereka merasakan pusing dan muntah-muntah ketika setelah sekitar satu jam acara perpisahan selesai di laksanakan. Karena jumlah yang terlalu banyak akhirnya korban harus dirujuk ke rawat inap di Puskesmas Nanga Tayap.
Ketika dihubungi melalui jaringan selulernya, Selasa (23/5) Ras An Kepala SDN 07 Nanga Tayap menjelaskan,memang benar ada permasalahan yang di duga keracunan terhadap orangtua siswa dan siswa setelah selesai pelaksanaan acara perpisahan siswa kelas VI di sekolahnya.
“Perlu kami luruskan bahwa kegiatan acara perpisahan ini sebelumnya sudah di bentuk panitia yang pengurusnya adalah dari orang tua siswa semua,” jelasnya.
Menurutnya, semua kepengurusan kegiatan dikelola oleh orangtua siswa, mulai dari perencanaan, persiapan, keuangan sampai dengan konsumsinya dikelola mereka semua.
“Jadi kami hanya sebagai fasilitas tempat saja ” terang Ras An.
Menurutnya pada saat kegiatan berjalan tanpa ada masalah apa pun namun pada Senin (22/5) yang dimulai dari pukul 08.30 wib dan berakhir pukul 12.00 wib. Setelah itu kami langsung bubar dan pulang kerumah masing-masing.
“Saya baru tau masalah ini setelah saya berada di rumah di Lembah Hijau dari salah satu dewan guru yang mengatakan bahwa ada siswa kita yang di duga keracunan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, semua yang hadir pada waktu itu selain siswa kelas VI ditambah beberapa orang siswa yang kelas lain juga orang tua siswa kelas VI. Selain itu ada juga undangan dari luar seperti dari UPPK, tokoh masyarakat, agama, pemuda yang seluruhnya kurang lebih sekitar 30 orang.
“Dari semua yang hadir sama-sama menikmati hidangan yang sama yang di hidangkan oleh panitia. Namun tidak semua yang hadir dan mencicipi makanan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh mereka yang mengalami pusing dan muntah-muntah, ” ujarnya heran.
Jumlah yang diduga keracunan sebanyak 63 siswa dan 7 orang tua siswa dan dirawat di rawat inap Nanga Tayap. Sampai sekarang sudah sebanyak 50 orang yang sudah di perbolehkan pulang.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Susi Verawati sebagai orang tua siswa kelas VI dan sekaligus sebagai panitia.
“Saya sebagai orang tua siswa dan juga sekaligus ikut dalam kepanitiaan juga merasa kaget tentang apa yang dialami oleh orang yang diduga mengalami keracunan setelah memakan makanan yang kami hidangkan,” kata Susi.
Dijelaskannya, semua undangan baik itu undangan dari luar ditambah siswa kelas VI di tambah lagi siswa yang lainnya, orang tua siswa kemudian dewan guru semua berjumlah 250 orang.
Sementara yang terkena awalnya hanya tiga orang dan akhirnya makin bertambah menjadi 70 orang. Dan semua undangan di berikan menu makanan yang sama.
Menurut Susi yang juga seorang bidan di Puskesdes Sungai kelik ini, mungkin ini hanya faktor fisik saja karena Ia dan anaknya ditambah lagi anaknya yang berusia 2 tahun juga ikut makan tapi tidak ada terkena seperti dirasakan oleh yang lain.
“Masalah pelaksanaan kegiatan semua murni di kerjakan oleh panitia yang anggotanya adalah orang tua siswa semua. Dalam pengelalolaan konsumsi sistimya di bagi cara pengadaan menunya,” ungkapnya.
Dari semua yang menderita keracunan satu diantaranya di rujuk ke Ketapang untuk antisipasi masalah janinnya karena yang bersangkutan dalam keadaan hamil.(Wan Usman)