
KETAPANGNEWS.COM- Kepala BMKG Ketapang Nur Alim menjelaskan, sampai dengan sekarang, konfirmasi peralatan sensor gempa BMKG belum ada yang terpublis. Baik sensor di BMKG Tanjung Pandan Pulau Belitung dan di BMKG Pusat di Jakarta.
“Kami belum bisa memverifikasi gempa pukul 11.30 wib. 2,3 SR di Kendawangan. Statemen dari BMKG Supadio dan BMKG Pusat belum ada sampai saat ini,” jelasnya saat dikonfirmasi Ketapangnews.com Sabtu (13/5) via WAnya.
Ia mengaku, di BMKG Ketapang belum ada sensor gempa yang bisa memantau untuk gempa tersebut.
“Kami masih berkoordinasi dengan BMKG Pusat,” ujarnya.
Nur Alim kembali menjelaskan, setelah dicek tidak ada event “tidak ada event” maksudnya “tidak ada aktivitas gempa bumi.
“Jika terekam adanya aktivitas kegempaan, hasil analisis sistem monitoring inaTews akan ditampilkan secara otomatis di : http://202.90.198.41/index3.txt,” ungkapnya.
Menurutnya, sementara berdasarkan list tersebut tidak ada rekaman gempa bumi di sekitar Kalbar.
Seperti berita sebelumnya masyarakat Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang baru saja di hebohkan dengan ada getaran dari permukaan bumi yang terjadi tidak begitu lama pada Sabtu (13/5) siang.
Getaran yang dirasakan sekitar pukul 11.28 Wib tersebut berlangsung di kisaran satu menit sempat membuat warga panik dan ketakutan sehingga membuat warga berteriak dan mengosongkan tempat tinggalnya.
Buhaiyah salah satu warga Dusun Pematang Desa Kendawangan Kiri Kecamatan Kendawangan ketika di hubungi membenarkan bahwa memang ada merasakan getaran.
“Memang benar kami merasakan getaran seperti gempa, tapi tidak terjadi dalam waktu lama hanya berkisar sekitar satu menit, ” tuturnya.
“Kami sempat panik dan beberapa tetangga yang berada di sekitar langsung berteriak dan masing-masing keluar rumah karena ketakutan akan terjadinya gempa seperti beberapa bulan yang lalu, ” ungkapnya.
Belum ada ditemukan fasilitas yang rusak akibat getaran dan warga sekarang masih dalam situasi tetap waspada akan adanya getaran susulan. (Wan Usman)