
KETAPANGNEWS.COM – Terhadap pelaksanaan Silaturrahmi Akbar Lintas Agama oleh Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Ketapang, Senin (15/5/) malam di Komplek Halaman Pondok Pesantren Darul Fadhilah Kongsilapan, Kelurahan Kauman, mendapat apresiasi dari Peemerintah Daerah (Pemda) Ketapang.
“Atas nama pemerintah, saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada seluruh pengurus IKBM Ketapang. Karena mempunyai gagasan mulia untuk mengadakan silaturahmi Akbar ini,” kata Bupati Ketapang yang diwakili Asisten II, H Farhan SE MSi.
Selanjutnya, pemerintah juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri dan Kapolres ketapang telah mendukung penuh terhadap seluruh bentuk kegiatan. Terutama dalam membina kerukunan umat beragama di Ketapang.
Membaca tema kegiatan, yakni merajut kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan untuk mewujudkan masyarakat sadar hukum. Menuruynya sebuah tema yang sangat baik dan strategis.
Pasalnya, mengingat akhir-akhir ini sering terjadi fenomena masyarakat yang kadangkala cukup membuat kita resah. Tidak hanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh individu masyarakat, tetapi terkadang muncul kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama.
“Bahkan ada diantaranya menyebarkan paham ekstrim dan mengeluarkan pernyataan meresahkan. Sehingga keberadaan kelompok tersebut bukan membawa manfaat, tetapi justru membuat kisruh keadaan,” ungkap Farhan.

Dijelaskan Farhan, tuhan menurunkan agama ke muka bumi ini dengan maksud, diantaranya untuk menuntun kita supaya bisa berbuat baik dan saling mengenal sesama. Kalau diantara kita terdapat perbedaan suku dan keyakinan, itu semua adalah memang sudah menjadi takdir dari Tuhan.
“Dari itu, tidak boleh kita mengingkarinya, tidak perlu membenci atau memusuhinya, Selama mereka tidak berbuat jahat dan merugikan kita,” jelasnya.
Dirinya meyakini, tidak ada satu agama atau satu keyakinan apapun di tanah air ini yang mengajarkan untuk memusuhi keyakinan yang lain. Kalaupun ada bukanlah ajaran yang bersumber dari agama tersebut. Melainkan mungkin hanya oknum yang berwawasan sempit dan tidak senang dengan Kedamaian.
“Oleh karena itu, kepada kita semua, mari menjaga persatuan dan kesatuan dalam satu bingkai kebhinekaan. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” himbaunya.
Ia berpesan, jangan sampai semangat kebersamaan yang sudah berdiri kokoh, dibiarkan melemah kembali. Jangan biarkan kelompok-kelompok perusak kebersamaan yang sudah dibangun dengan susah payah oleh pendahulu dinodai.
“Sebab, jika terjadi keributan, sekalipun dalam skala kecil, maka pastilah kita semua yang akan merasakan dampaknya,” pungkas dia.
Diharapkannya, mengingat kerukunan umat merupakan tanggung jawab semua, mari jaga persatuan. Mari saling berhati-hati dan saling menjaga netralitas. Menjadi penyejuk laksana hujan turun dari langit yang bisa memberikan kesegaran dalam kehidupan seluruh alam.
“Jadikan perbedaan itu menjadi pilar yang kokoh untuk membangun Kabupaten Ketapang sekarang dan akan datang,” tutupnya.(absa)