
KETAPANGNEWS.COM—Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ketapang menggelar dialog kebangsaan, Kamis (4/5) di Hotel Borneo Emerald. Kegiatan yang dihadiri 60 an peserta tersebut mengangkat tema Keragaman Budaya Nusantara Sebagai Wujud Kekuatan Dalam Menangkal Paham Radikal di NKRI.
Ketua Panitia, Subandi, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan oleh MD KAHMI Lantaran merasa memiliki tanggungjawab dan peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tapi hal tersebut juga menjadi tanggungjawab semua. Sebab itu KAHMI berinisiatif mengumpulkan organisasi masyarakat, pemuda dan para tokoh, mahasiswa, pelajar dalam suatu forum dialog,” kata Subandi, Kamis (4/5).
Dijelaskan dia, maksud diselenggarakan kegiatan guna memberikan pemahaman dan rasa cinta tanah air kepada semua elemen masyarakat. Terutama tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Semboyan NKRI harga mati harus ditanamkan pada semua rakyak Indonesia.
Terkait tema yang diangkat, menurutnya karena melihat berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia. Terutama menipisnya realisasi nilai-nilai luhur dalam ideologi pancasila. terlebih Pancasila adalah sebagai ideologi semua Warga Negara Indonesia.
“Indonesia adalah negara dengan keberagaman agama, suku, adat, dan budaya. Tentu kalimat Bhineka Tunggal Ika tidak sekedar menjadi slogan semata. Namun harus diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas dia.
Meski demikian, dipaparkannya, perlu kiranya ada sebuah wadah berbentuk kegiatan yang merangkul semua pihak untuk kembali mengupas, mengingatkan dan menanamkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap NKRI. Sehingga segala faham Radikalisme yang mengarah kepada perpecahan antar sesama dapat ditangkal oleh semua kalangan.
Mengenai Ketapang, diakuinya masih tergolong dan dikenal sebagai daerah aman, damai dan kondusif. Serta belum pernah terjadi gejolak seperti beberapa daerah di Kalimantan Barat lainnya.
“Namun melihat fenomena saat ini, maka tidak menutup kemungkinan gejolak perpecahan yang menganggu keutuhan NKRI bisa juga terjadi di Ketapang,” ujarnya.
Sebelum hal tersebut terjadi, perlu kiranya diantisipasi secara bersama oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, pelajar dan semua elememan masyarakat di Ketapang.
“Beranjak dari itu KAHMI Ketapang tetap konsisten dalam mengambil peran. Diantaranya melaskanakan dialog kebaangsaan ini untuk mempertegas bahwa Pancasila adalah ideologi negara,” timbalnya.

Untuk tujuan kegiatan, disebutkannya, pertama membentuk karakter kebangsaan dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan dasar dan ideologi, konstitusi serta haluan bernegara. Mempertegas kembali bahwa untuk menjaga NKRI adalah tugas bersama.
Selanjutnya, mempererat tali silaturrahmi antar sesama dalam nuasana perbedaan. Menangkal segala paham yang handak memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.
Diakhir laporannya, ia mengajak semua peserta agar menambah pengetahuan dan pemahaman akan wawasan kebangsaan. Terutama dalah hal menangkal faham radikal. Sehingga kondosi Ketapang tetap aman dan damai dalam perbedaan suku, agama, etnis dan lain sebagainnya.
“Melalui Dialog Kebangsaan ini mari kita gunakan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat meski berlatar belakangkan agama, suku, etnis atau kelompok yang berbeda. Mari kita menjaga keutuhan NKRI dari paham-paham yang memecah belah persatuan,” tuturnya.
Adapun pemateri dalam kegiatan, diantaranya Kasdim 1203, Mayor Sukur Hermanto, Kasat Bimas Polres Ketapang, AKP Sutrisno dan Kasi Pengembangan Nilai Kebangsaan Kesbangpol, Suriyansyah S Sos Msi.(absa)