Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Kualitas SDM

IMG-20170510-WA0002
Asisten Bidang Sosial dan SDM, Junaidi MM memukul gong tanda dibukanya kegiatan Apresiasi Guru Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Berprestasi Tingkat Provinsi KalBar 2017, Rabu (10/5) di kantor Bupati Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Asisten Bidang Sosial dan SDM, Junaidi MM mengungkapkan, pengetahuan untuk kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Hal demikian disampaikan pada saat membuka acara Apresiasi Guru Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017, Rabu (10/5) di kantor Bupati Ketapang.

Junaidi mengatakan, dalam menciptakan kualitas SDM juga sangat ditentukan oleh kualitas guru dan tenaga kependidikan itu sendiri. Untuk kualitas guru dan tenaga kependidikan ditentukan oleh kualitas pembelajaran generasi muda sebagai penerus dan pembentukan karakter bangsa.

“Hari ini saat yang tepat bagi saya untuk memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan PAUD dan DIKMAS. Dimana telah meningkatkan martabat dan kualitas SDM di Kalbar melalui berbagai layanan PAUD dan Dikmas,” kata Junaidi membacakan pidato Gubernur.

Menurut Junaidi, Kegiatan ini merupakan upaya untuk mewujudkan guru sebagai pendidik yang berprestasi, kompetitif dan berkarakter. Artinya pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial dan budaya masyarakat.

“Pengembangan pendidikan karakter sangat strategis demi kelangsungan dan keunggulan bangsa yang akan datang,” tuturnya.

Menyadari konteks permasalahan program PAUD dan DIKMAS dalam meningkatkan harkat dan martabat serta kualitas SDM saat ini, diperlukan komitmen tinggi dari semua pihak.

Diantaranya, Pemda, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Perguruan Tinggi, Pengusaha dan industri, organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi profesi serta optimalisasi peran dan pungsi seluruh pemangku kepentingan bidang pendidikan.

Dengan semakin jelasnya kewenangan pengelolaan PAUD dan pendidikan non formal yang menjadi tanggung jawab Kabupaten/Kota, tentu pelaksanaan program-program tersebut harus lebih baik dan menjadi perhatian utama.

“Demikian juga pelaksanaan apresisasi guru tenaga kependidikan PAUD dan DIKMAS berprestasi harus menjadi perhatian seluruh Bupati dan Walikota dimasa mendatang,” pintanya.

Diharapkannya, pelaksanaan PAUD dan DIKMAS juga harus dilaksanakan melalui pemberdayaan peran dan fungsi seluruh pemangku kepentingan bidang pendidikan yang lebih optimal.Dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Sehingga dapat mendukung pencapaian sasaran dan target. Terutama dalam rangka penuntasan kemiskinan, mengurangi penggangguran melalui pelatihan keterampilan, PAUD dan penuntasan wajib belajar,” tutupnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.