Pelaku Curanmor Ini Jalankan Aksinya Sejak 2016

"Saya terpaksa, karena tuntutan ekonomi, anak saya masih kecil butuh jajan, kalau tidak dikasi suka teriak- teriak dirumah, kepala pusing jadinya, saya bekerja tidak tetap kadang melaut kalau cuaca buruk menganggur," tutur Edo pelaku Curanmor.

IMG-20170503-WA0001
Pelaku curanmor (kiri) saat diperiksa.

KETAPANGNEWS.COM- Ridho alias Edo (30) mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian sepeda motor lantaran tuntutan perekonomian. Ia bekerja serabutan tertarik menjalankan aksi pencurian usai diajak temannya berinisial NN.

“Saya terpaksa, karena tuntutan ekonomi, anak saya masih kecil butuh jajan, kalau tidak dikasi suka teriak- teriak dirumah, kepala pusing jadinya, saya bekerja tidak tetap kadang melaut kalau cuaca buruk menganggur,” tuturnya Rabu (3/5) di Polres Ketapang.

Ia mengungkapkan, Ia mulai ikut menjalankan aksi pencurian sepeda motor sejak tahun 2016, selama menjalankan aksinya total TKP hanya 7 kali dengan ditemani dua pelaku lainnya yang saat ini masih dalam pengembangan.

“Tugas saya cuma bantu mendorong motor curian, teman saya satunya tukang ambil motor,’ katanya.

Menurutnya, ia hanya disuruh menunggu di atas motor, setelah temanya berhasil mengambil motor barulah kemudian ia mendorong motor curian tersebut.

“Biasanya saya hanya menunggu teman mencuri sepeda motor, setelah mencuri teman saya menyimpan sepeda motor disemak-semak kemudian menghubungi saya untuk membantu menghidupkan motor hasil curian,” tuturnya.

Menurutnya, setelah mencuri, motor-motor disimpan dirumah kosong sebelah rumah temanya.

“Soal jual menjual saya tidak tahu, saya tahunya biasa setelah dijual satu motor saya dapat Rp 300 sampai Rp 500 ribu saja,” ucapnya (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.