Perayaan 100 Tahun Gereja Paroki St.Yosef Serengkah

Bupati Pimpin Rapat Panitia

DSC_2085
Bupati Ketapang memimpin rapat perayaan 100 tahun Gereja Paroki St Yosef.

KETAPANGNEWS.COM-Gereja Paroki St Yosef Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang tahun depan akan berusia 100 tahun. Perjalanan panjang sejarah Gereja Paroki St Yosef Desa Serengkah, akan dirayakan, Setelah beberapa kali rapat yang diulakukan panitia, maka memandang perlu untuk mendapatkan arahan Bupati Ketapang yang juga sebagai ketua umum.

Bupati Ketapang, Martin Rantan SH yang mengunjungi Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi, pada 30 April 2017 menyempatkan meninjau pembangunan gedung Gereja Serengkah. Usai meninjau lokasi pembangunan Gedung Gereja St Yosef yang baru, selanjutnya Bupati Ketapang langsung memimpin rapat panitia perayaan HUT 100 Tahun Gereja Paroki St Yosef Serengkah.

Berkaitan dengan perayaan 100 Tahun Gereja paroki Serengkah, dikatakan Martin Rantan tentu akan banyak tamu yang hadir. Salah satunya kemungkinan hadir Duta Besar Vatikan, para uskup, kepala SKPD dan lain-lain. Tentu hal ini harus dipersiapkan sejak awal.

Karena itrulah, dia meminta para panitia dan masyarakat kompak mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perayaan 100 tahun Gereja Serengkah.

“Terkait dengan dana yang diusulkan, disini juga hadir Wakil Ketua umum panitia Drs Heronimus Tanam ME yang akan merasionalkannya, jika masih terdapat kekurangan, nanti akan kita cari sponsor sehingga bisa cukup,” ujar Martin Rantan, Ketua Umum Panitia Perayaan 100 Tahun Gereja St Yosef Serengkah.

Dalam perayaan 100 Tahun Gereja St Yosef Serengkah, tentunya para tamu yang hadir perlu tempat menginap. Karena itu, diharapkan Bupati, panitia dan masyarakat dapat  merelakan rumahnya ditempati. Karena jika menginap di hotel Tumbang Titi, maka tidak mungkin tertampung. Bahkan, Bupati Ketapang merencanakan akan membangun rumah singgah di Tumbang Titi. Dengan rumah singgah yang akan dibangun, bukan hanya untuk kegiatan menyambut 100 tahun Gereja Paroki St Yosef. Tetapi, rumah singgah itu juga dapat dimanfaatkan keluarga besarnya yang sekali-kali datang dari Pontianak atau Ketapang bisa memanfaatkan rumah singgah tersebut. Begitu juga juga dengan kondisi jalan yang dilalui dan lain-lain dibahas oleh Bupati Ketapang.

“Hal-hal yang bisa dilakukan sekarang bisa kita lakukan sejak sekarang, selain dikoordinasikan ke saya, bisa dikoordinasikan dengan Wakil Ketua Umum, selain itu, mungkin perlu juga kita coba untuk merehab makam-makam  tokoh umat, misalnya Makam penganut Kristen Pertama di Serengkah dan lain sebagainya,” ujar Bupati.

Sementara Wakil Ketua Umum Perayaan Gereja Paroki St.Yosef, Heronimus Tanam ME memberikan sejumlah masukan kepada panitia diantaranya pentingnya kita menanamkan sejarah, Jadi dalam perayaan tidak hanya sekedar seremonial belaka. Tetapi mungkin bisa ditanamkan nilai sejarah dalam bentuk buku. Karena itu harus digali data. Selain itu, acara bisa digabung dengan acara lain misalnya seminar.

Begitu juga pentingnya dilakukan aksi, untuk kita mengenang kegiatan. Misalnya aksi bhakti social dan lain-lain. Begitu juga perlu diinvetarisasi undangan, tokoh-tokoh mana saja yang akan diundang, salah satunya mungkin Dubes Vatikan.

Mendukung kelancaran perayaan 100 tahun Gereja Paroki St.Yosef, Asisten III Setda Ketapang menyebutkan kunci utamanya adalah akses.

“Selain disebutkan Bupati Ketapang tadi, perlu juga dikerahkan dilakukannya kerja bhakti, bisa satu bulan sekali,” ucapnya.(Adv/dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.