
KETAPANGNEWS.COM-Manajer PLN Area Ketapang Sumarsono mengungkapkan, PT PLN (Persero) Wilayah Ketapang berupaya tidak ada pemadaman listrik selama Ramadhan 1438 Hijriah hingga Idul Fitri nanti.
“Bukan masalah dijamin, kami tidak bisa menjamin, hanya tuhan yang bisa menjamin. Tapi kami akan melakukan semaksimal mungkin agar listrik tetap tersalurkan,” kata Sumarsono, Senin (22/5).
Sumarsono mengungkapkan, pihaknya juga belum tahu apa yang akan terjadi ke depan. Apakah pasokan listrik lancar atau ada gangguan yang berakibat pemadaman.
Namun, diakuinya, sesuai standar operasional akan berusaha membuat layanan penerangan tidak ada gangguan. Untuk itu pemeliharaan jaringan akan dilakukan terus sampai menjelang Ramadhan.
“Volumenya di bulan Ramadhan akan dikurangi kecuali yang urgent,” ucap Sumarsono.
Diterangkan dia, sejauh ini kebutuhan listrik Ketapang saat beban puncak masih bisa dipenuhi sesuai kapasitas yang ada.Total daya mampu 39 MW dengan Beban Puncak 32 MW. Sehingga surplus 7 MW.
Menurutnya, hingga saat ini suplay listrik PLN Ketapang tidak ada kandala dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Ketapang. Hanya saja krisis masih dirasakan oleh sebagian besar masyarakat di pedalaman Ketapang masih ada yang menggunakan PLTD.
“Mengenai suplay tidak ada masalah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ketapang ,” jelasnya.
Untuk mengantipasi terjadinya pemadaman karena gangguan, pihaknya juga akan mempersiapkan petugas yang bekerja 24 jam. Sehingga gangguan dapat segera teratasi.
“Petugas kita siap 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk menjaga keandalan jaringan listrik,” imbuhnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, PLN Ketapang akan tetap mengimbau kepada masyarakat untuk mencegah dan mengingatkan agar anggota keluarga masyarakat tidak bermain layangan menggunakan tali kawat.
Terlebih, salah satu penyebab gangguan di jaringan listrik akibat kawat tersebut, juga berbahaya bagi orang sekitarnya.
Selain itu, masyarakat yang punya pohon didekat jaringan 20 kV juga diminta kerelaannya agar dapat berpartisipasi menjaga keandalan suplai listrik dengan memberikan ijin PLN memangkas yg berpotensi mengganggu.
Ketidak relaan masyarakat untuk mengijinkan PLN memangkas, akan berakibat padamnya listrik karena gangguan. Ini yang terjadi pada jumat (5/5) lalu dan malam di jalur sukaharja, katamso dan mulia baru.
“Masih banyak warga di Ketapang yang belum menikmati listrik PLN. Untuk itu, mari bersama kita rawat dan jaga listrik yang ada agar lebih baik lagi dan PLN siap 24 jam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat,” tutupnya.(absa)