
KETAPANGNEWS.COM—Pondok Pesantren (Ponpes) Maba’ul Khairat menyelenggarakan Haflah Akhirussanah atau lebih dikenal perpisahan, Senin (22/5) malam di Jalan Pulau Seribu, Kelurahan Kauman, Benua Kayong. Haflah Akhirussanah dilaksanakan lantaran menjelang ramadhan.
Pengasuh Ponpes Mamba’ul Khairat, KH Abdullah Al Faqir mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan agenda rutin setiap satu tahun sekali, yakni akhirussanah setelah rangkaian kegiatan sebelumnya. Terlebih pada saat menjelang bulan Ramadhan.
Dijelaskan Abdullah Al Faqir, menjelang bulan puasa, bahwa anak libur bukan dalam arti libur aktivitasnya sebagai santri. Karena guru hanya melepaskan bersifat sementara bagi yang masih aktif belajar.
“Kepada wali siswa agar ketika ada dirumah, tolong anak tersebut jangan dimanja. Kontrol sholatnya, taraweh dan puasanya. Sebab di Ponpes anak ini dikurung kurang lebih 11 bulan. Takut setelah keluar lepas kontrol. Jadi itu adalah tanggung jawab orang tua,” pesan Abdullah Al Faqir.
Untuk hal tersebut, dirinya mengharapkan partisipasi dan dukungan dari orang tua santri.
“Jangan dimanja, mentang-mentang 11 bulan tidak ketemu, pulang kerumah disediakan Hp canggih, motor lalu dilepas. Ini sangat berbahaya,” timbal dia.
Selain itu, dirinya juga meminta laporan dari wali santri, setelah dikembalikan ke Ponpes, kalau memang ada masalah tolong buat catatan dan sampaikan ke Pesantren. Hal demikian diminta guna perbaikan kedepan.
Lebih lanjut, ia berpesan, kepada anak-anak tolong hikmad sama orang tua. Muliakan orang tua, bantu mereka, dan ambil alih pekerjaan orang tua. Minimal menyuci dan memasak. Tunjukkan prilaku sebagai santri yang baik.
Terhadap yang akan pulang, semua santri harus mendapatkan surat izin pada saat pembagian raport. Setelah kembali diserahkan ke panitia penerima santri untuk di cek ulang.
Dia menegaskan, saat dikembalikan ke Ponpes tidak boleh dititipkan kepada orang lain tanpa ada konfirmasi sebelumnya. Namun harus diantarkan walinya sendiri. Meskipun memberatkan, namun ada beberapa point penting.
Diantaranya menyambung silaturrahim dengan para guru-guru di Ponpes. Kemudian, menghindari hal yang tak diinginkan.
“Jika pulang kerumah tanpa dijemput dan kembali tidak diantar, dikhawatirkan banyak tempat persinggahan lainnya,” ujarnya.
Ditambahkan dia, semua santri sudah harus berada di Ponpes pada tanggal 1 juli 2017.
“Jika terlambat satu hari, baik dekat ataupun jauh. Maka harus membayar infaq satu sak semen. Hal tersebut sudah hasil keputusan lembaga,” tutupnya.(absa).