Singsingkan Lengan Baju Gerakkan Reformasi Pendidikan Nasional

Peringatan Hardiknas

_MG_3061
Wabup Ketapang membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI- Andi Candra Peliputan Humas dan Protokol Setda Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM–Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2017 di Kabupaten Ketapang ditandai dengan upacara di Halaman Kantor BupatiKetapang Selasa( 2/5).Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto S dan membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam amanatnya mengingatkan kembali sosok Ki Hadjar Dewantara  sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Disebutkan Menteri Pendidikan Nasional RI, beberapa di antara pandangan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah, pertama, “Panca Dharma” yaitu bahwa pendidikan perlu beralaskan lima dasar yaitu kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Kedua, “Kon-3” yaitu bahwa penyelenggaraan pendidikan harus berdasarkan asas kontinuitas, konvergensi, dan konsentris, dalam arti proses pendidikan perlu berkelanjutan, terpadu, dan berakar di bumi tempat dilangsungkannya proses pendidikan.

Ketiga, “Tri-pusat Pendidikan” bahwa pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan, yang kita kenal dengan nama tripusat, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling berhubungan simbiotis dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagaimana dibacakan Wakil Bupati Ketapang bahwa dalam hal kepemimpinan pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengajukan konsep “Laku Telu” atau tiga peran yang dirumuskan dalam frasa Bahasa Jawa: “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” yang artinya apabila di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham (inspirasi) dan apabila di belakang memberi dorongan.

“Ketiga peran tersebut harus dilaksanakan secara seksama baik
bergantian maupun serempak dalam tampilan sosok pemimpin pendidikan yang utuh. Di sinilah kita diingatkan untuk tidak memenggal dan menerapkan sepenggal-sepenggal tiga laku kepemimpinan dalam praksis pendidikan Ki Hadjar Dewantara,” tegas Wakil Bupati Ketapang.

Agaknya konsep “Laku Telu” ini perlu dihayati kembali oleh para pendidik, pada saat mana dunia pendidikan mengalami krisis keteladanan dan praktek pendidikan tidak lagi menginspirasi. Sementara dorongan dari arah belakang dari kepemimpinan pendidikan tidak disertai pemberian arah dan haluan untuk peserta didiknya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menyampaikan juga gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut di atas adalah menjadi dasar acuan visi Presiden RI, Joko Widodo di bidang pendidikan. Dalam visi Presiden, masa depan Indonesia adalah sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai berbagai bidang ketrampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21 dalam rangka mewujudkan visi tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial.

“Pada Hari Pendidikan Nasional 2017 sekarang, mari kita singsingkan lengan baju untuk menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi anak cucu kita,” ujarnya usai secara panjang lebar membacakan amanat Menteri Pendidikan Nasional RI.(Adv/dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.