
KETAPANGNEWS.COM– Ketua IKA Untan, Sutarmidji menyebutkan kesempatan pelantikan IKA Untan Ketapang menjadi sarana sharing saran dan pendapat dalam memajukan daerah.
Walikota Pontianak ini menceritakan selama ini, posisi yang dianggap baik selalu Surabaya dan Bandung. Maka, dalam memimpin Kota Pontianak ia juga tidak mau kalah.
Karena itu, akhirnya Kota Pontianak berhasil menjadi standar pelayanan publik terbaik se-Indonesia dua tahun beturut-turut. Begitu juga dalam survey Bappenas bersama salah satu lembaga dunia menempatkan Kota Pontianak terbaik dalam tata kelola ekonomi daerah se-Indonesia. Dari 10 variabel yang dinilai, Kota Pontianak terutama dalam Variabel. Sedangkan variabel lainnya posisi kedua dan ketiga. Diantara variabel utama itu,seperti kota laboratorium terbaik se-Indonesia, izin tercepat dan terbaik.
“Untuk mewujudkan itu, saya gunakan alumni Universitas Tanjungpura, sebelum saya buat kebijakan, saya minta masukan pada alumni, saya panggil profesor, rektor dan dekan, saya minta masukan,mereka berikan masukan,” ujar Sutarmiji di pendopo Bupati Ketapang Selasa (16/5) malam.
Ia menjelaskan, sebagai salah satu contoh, terkait dengan BPHTB ditemukan 2.000 transaksi nakal di Kota Pontianak. Ada objek pajak yang dijual dengan harga Rp 300 juta. Tapi dalam transaksi hanya dibuat Rp 58 juta. kemudian BPHTP ditentukan berdasarkan NJOP.
Menyikapi itu, kemudian dilakukan kerjasama dengan Fakultas Ekonomi Untan. Kemudian dirumuskan kenaikan NJOP sampai 80 persen. PBB dinaikkan. Setelah itu, tidak ada lagi transaksi nakal.
“Saat memimpin Kota Pontianak, PAD Kota Pontianak saat itu Rp 63 milyar saat ini PAD Kota Pontianak sudah Rp 413 milyar,” ujarnya.
Sharing dalam membangun daerah, Sutarmiji mengungkapkan ada tiga layanan public yang dijadikan rujukan nasional. Ketiga layanan tersebut adalah rumah sakit, catatan sipil dan perizinan yang cepat. Izin bisa diselesaikan dalam hitungan jam.
Panjang lebar ia menceritakan juga tentang pelayanan yang terintegrasi seperti Pontianak Command Center, TPID, rencana pembangunan jembatan Landak yang tahun ini sudah masuk tahap lelang. Karena itulah, keberadaan IKA Untan diharapkannya bisa sinergis dengan Pemkab Ketapang.
Ia melihat Kabupaten Ketapang sebenarnya sangat luar biasa akan potensi, baik pertambangan, perkebunan, kelautan. Di Ketapang bisa dibangun pelabuhan samudera yang bagus. Untuk Kota Pontianak yang kecil saja bisa menjadi pelabuhan tercepat di Indonesia dimana bongkar muat hanya 27 hari. Hal tersebut tidak terlepas keberadaan alumni Untan yang dimanfaatkan untuk pembangunan di wilayah Kalbar.
Apalagi dengan keberadaan IKA Untan Ketapang yang penasihatnya berjumlah 28 orang. Dimana, ada Badan Litbang, sehingga IKA Untan bisa berkontribusi dalam mempercepat pembangunan Ketapang.
“Kita tak usah begadoh, bagus bangun Kalbar bisa sejajar dengan daerah lain, saya selalu tertantang, contoh saja IPM Kota Pontianak pada tahun 2013 Kota Pontianak rangking 125, lalu saya marah-marah saya katakan kita bisa, setelah kita benahi tahun 2015 Kota Pontianak menempati rangking 23, artinya tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau kerjakannya,” tegas Sutarmidji.
Ia menyebutkan dalam dua minggu lalu dirinya sempat menjadi pembicara di Kemenpan. Dalam pembicaraan tersebut, DKI Jakarta menyebutkan kemajuan DKL dalam hal Open data. DKI menyebutkan puluhan ribu data sudah terintegrasi. Begitu juga dengan Bandung menyebutkan data yang sudah terintegrasi.
“Sekali saya sebutkan giliran Kota Pontianak, kita sudah terintegrasi 598 ribu data pada command center. Saat ini mungkin sudah sekitar 700 – 800 ribu data yang terintegrasi pada command center,” jelasnya.
Begitu juga dengan Commandcenter di Polresta Pontianak yang sempat dikunjungi dan diresmikan Kapolri. Dengan biaya aplikasi sekitar Rp 160 juta, aplikasi sudah terintegral. Ia menyebutkan dalam membangun aplikasi tersebut juga dilibatkan anak-anak muda Kalbar, dimana keberadaan mereka banyak di Fakultas Teknik Untan.
“VIsi Ketapang harus menjadi propinsi sendiri itu bagus, selama ini banyak politikus yang memahami dalam politik itu tidak mau wilayah dan kekuasaanya berkurang, tapi bagi politikus yang visioner justru berupaya mewujudkan hal seperti itu, ” ucapnya.
Ia menambahkan, apalagi masyarakat sekarang sudah cerdas, dengan tata kelola yang baik dan benahi pemerintahan kita bisa wujudkan pembangunan yang sejajar dengan daerah lain.(dra).