
KETAPANGNEWS.COM, Manis Mata-Tidak beroperasinya lagi penerbangan Jurusan Ketapang – Manis Mata sejak Januari 2017 yang lalu menjadi kekecewaan khususnya masyarakat kecamatan Manis Mata yang akan menggunakan transfortasi udara.
Kekecewaan ini membuat warga menemui perwakilan mereka yang ada di gedung DPRD Ketapang Rabu (31/5) guna mempertanyakan kejelasan bandara di Manis Mata yang lahannya hasil dari hibah PT HSL Cargill Group kepada Pemkab Ketapang.
Perwakilan warga Manis Mata di terima beberapa anggota DPRD Ketapang di ruangan DPRD yang di hadiri oleh Muspika Manis Mata, Perwakilan Masyarakat Manis Mata, Anggota Dewan Dapil V, IV, Kepala BPN, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perkebunan dan undangan lainnya.
Gusti Siswanto perwakilan dari warga Manis Mata menyampaikan bahwa dirinya baru pertama kalinya menginjakan kakinya di gedung DPRD Ketapang. Ini pun dilakukannya hanya karena ingin menyampaikan aspirasi dari masyarakat tentang kejelasan bandara di Manis Mata yang sejak Januari 2017 tidak adapenerbangan lagi.
“Kami mempertanyakan status Bandara di daerah kami di Kecamatan Manis Mata sudah teregistrasi atau belum, apakah milik Pemda atau milik Kementrian Perhubungan, ” tanyanya.
Ia mempertayakan, apa penyebabnya sekarang bandara itu tidak di operasikan lagi, Kalaupun dari lokasi lahan sebesar 14,5 Ha yang di hibahkan oleh PT HSL Cargill Group dinyatakan kurang memenuhi standar, warga siap untuk berusaha menambah lahan tersebut.
Ia mengungkapkan, dari fasilitas yang ada digunakan sebelumnya pada saat penerbangan masih beroperasi hanya menggunakan bangunan sederhana di bawah pohon.
“ini terkesan tidak adanya niat oleh pemerintah daerah terhadap pembangunan bandara yang terletak di daerah kami,” cetusnya.
Gusti menyanpaikan, warga mengharapkan kepada perwakilan yang ada di DPRD ini untuk mendukung dan berjuang agar penerbangan dari Ketapang – Manis Mata PP bisa beroperasi kembali.
Dari apa yang disampaikan Gusti Siswanto mendapat dukungan dari semua yang hadir di dalam acara pertemuan tadi.( Wan Usman).