Bupati Pastikan Stok Sembako Aman dan Stabil

IMG_20170621_180012
Bupati Ketapang Martin Rantan SH saat meninjau pasar rangge sentap Rabu (21/6)- A. Rahman Diskominfo.

KETAPANGNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang memastikan stok sembako dan harga barang menjelang idul fitri 1438 H di Ketapang aman dan stabil. Hal demikian diketahui saat diselenggarakannya Inpeksi Mendadak disejumlah pasar di Ketapang, Rabu (21/6).

“Kita bersyukur selama puasa dan menjelang idul fitri harga barang disejumlah pasar stabil dan cukup aman,” Kata Martin Rantan SH, Rabu (21/6)

Dikatakan Bupati, ketersediaan stok yang cukup dan stabil ini tak terlepas dari pantauan terus menerus oleh Pemkab Ketapang khususnya dinas terkait. Kepada distributor maupun pedagang juga ternyata benar-benar dapat menjaga kestabilan harga dan tidak menaikan harga barang yanf tinggi.

“Melalui tersedianya stok barang yang cukup dan dijual dengan harga stabil, tentunya  tidak akan membuat resah masyarakat. Sehingga daya beli konsumen punterjangkau. Terutama bagi kaum muslimin dan muslimat yang akan merayakan Idul Fitri 1438 H nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Penamaman Modal Perindustrian, Perdagangan Ketapang, Toni Jaya SH MH menuturkan, pihaknya secara berkala, priodik per minggu  terus menerus melakukan pemantauan di sejumlah distributor maupun pedagang skala besar hingga penjual eceran dalam Kota.

“Alhamdulillah harga sembilan bahan pokok di pasaran kita masih stabil. bahkan untuk  bawang merah dan bawang putih ada penurunan harga. Penurunan tersebut dikarena adanya pasukan bawang merah dan bawang putih dari pulau jawa.” Kata Toni Jaya.

Terkait adanya daging sapi beku yang dimport dari luar masuk Mall Kota Ketapang, Mantan Camat Manismata ini mengatakan bersyukur. Pasalnya, harganya sangat murah dibanding dengan harga daging sapi lokal yang harganya masih satbil Rp 120.000. Sedangkan  harga daging sapi beku import seharga Rp 80.000.

“Biasanya masyarakat lebih membeli daging sapi lokal, sebab daging sapi beku import sepertinya masih belum biasa dikonsumsi. Kita serahkan sepenuhnya ke daya beli konsumen. Baik daging sapi lokal maupun import sama sama sudah lulus sileksi pihak terkait,” papar Toni.

Disamping itu, dia berpesan Masyarakat konsumen saat membeli hendaknya meneliti barang yang akan dibeli. Yakni  dengan selalu melihat kemasan barang yang layak untuk dikonsumsi.

Diantaranya label halal,ijin edar, masa berlaku, hygien maupun kemasan yang baik dan tidask rusak. Sehingga bila dikonsumsi aman bagi kesehatan dan tidak menimbulkan penyakit.

“Pokoknya teliti sebelum membeli. Terkadang ada pedagang nakal yang sengaja meraup keuntungan besar tanpa memperdulikan ketentuan yang berlaku. Bila terbukti cepat laporkan ke pihak terkait untuk menindak tegas. Terlebih bisa terancam hukuman pidana,” pesannya.(adv/absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.