
KETAPANGNEWS.COM—Berdasarkan survei pasar dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop dan UKM) Ketapang selama ramadhan, sejauh ini perkembangan harga kebutuhan pokok di Ketapang relatif stabil. Hal demikian disampaikan Sekretaris Disperindagkop dan UKM, Ir Maluru Nursalam MM.
Maluru Nursalam mengatakan, dari hasil survei memang ada beberapa komuditi yang mengalami kenaikan, namun tidak terlalu siknifikan. Pasalnya, hanya kisaran Rp 100 sampai Rp 200. Tetapi banyak juga komuditi mengalami penurunan harga hingga beberapa minggu terakhir. Diantaranya daging sapi.
“Daging sapi sampai sekarang tetap stabil, yakni Rp 120 ribu per Kg. Termasuk juga ayam kampung dan telur yang masih stabil. Semoga tetap stabil sampai idul fitri,” kata Muluru Nursalam saat diwawancara Ketapangnews, Jum’at (9/6) di ruang kerjanya.
“Jadi kami bisa berkesimpulan sementara bahwasannya harga kebutuhan pokok masih stabil sampai saat sekarang,” timbal Maluru.
Mengenai perkembangan harga di Setiap Kecamatan yang ada di Ketapang, diakuinya memang ada penurunan dan kenaikan serta perbedaan harga pada komuditi tertentu. Namun dijelaskannya, naik turunnya harga kebutuhan pokok adalah mekanisme pasar yang lebih dominan menentukan pasaran harga.
“Jadi secara umum, mengenai naik dan turunnya harga kebutuhan pokok dikarenakan mekanisme pasar lebih dominan menentukan harga. Sehingga kalau dirata-ratakan harganya tergantung dimana barang itu didapat, kondisi pasar dan tempatnya,” jelasnya.
Mengenai keluhan lonjakan harga kebutuhan pokok di Kecamatan, sejauh ini menurutnya belum ada yang mengkonfirmasi dan melapor secara formal kepihaknya. Kendati demikian, pihaknya juga meminta agar setiap Kecamatan melaporkan perkembangan harga kebutuhan pokok.
“kita mengingatkan dan menhimbau agar mengkonfirmasikan perkembangan harga di Kecamatan. Kemudian, jika para personil dinas turun kekecamatan agar sembari mempertanyakan harga kebutuhan pokok juga. Terlebih laporan tersebut akan disampaikan juga ke pemerintah” pintanya.(absa)