HIPMI Terbuka Untuk Pengusaha Muda

Sudirman
Ketua HIPMI Ketapang, Sudirman Talib SE

KETAPANGNEWS. COM—Guna meningkatkan perekonomian di Ketapang, Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ketapang komitmen ambil bagian dalam mewujudkan hal tersebut. Hal demikian disampaikan Ketua BPC HIPMI Ketapang, Sudirman Talib SE.

Menurut Sudirman, HIPMI merupakan wadah atau jembatan untuk menghubungkan para pengusaha muda pada seluruh sektor, baik berhubungan dengan Pemerintah maupun pada masyarakat dan dunia usaha lainnya.

“Selain wadah penghubung, HIPMI juga wadah berkumpulnya seluruh pengusaha muda. Untuk itu, kepengurusan periode 2017-2020, kita akan mengakomodir seluruh pengusaha muda yang ada di Ketapang,” kata Sudirman, Senin (19/6).

Terlebih diakui Sudirman, HIPMI Ketapang fokus pada peningkatan ekonomi. Sehingga dengan munculnya pengusaha-pengusaha muda yang bergerak diberbagai sektor, tentunya pemerintah sendiri juga akan terbantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Ketapang.

Dijelaskan dia, untuk mencapai itu, pertama pihaknya akan mendata berapa jumlah pengusaha muda di Ketapang. Selanjutnya akan di inventarisir sektor yang sangat dominan. Kemudian, mensinergikan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah. Terlebih pemerintah merupakan mitra.

“Dengan demikian, secara otomatis tentu akan memuluskan visi misi Bupati dan Wakil Bupati. Dimana apabila perekonomian meningkat, maka akan mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Pria berkaca mata ini juga menuturkan, saat ini HIPMI sedang bekerjasama dengan Bank Antagraha dalam program kucuran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk dua sektor usaha. Diantaranya, ayam pedaging yang memang sesuai kebutuhan dan pertanian.

“Jadi, bicara modal tidak jadi persoalan. HIPMI ada program modal. Program tersebut sudah clear dan tinggal realisasi setelah lebaran idul fitri. Untuk jumlah anggota dari dua sektor sebanyak 100 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, terhadap pandangan sebagian orang bahwa HIPMI hanya dikumpuli para kontraktor, menurutnya hal demikian adalah sebatas pandangan. Pasalnya, dimasa kepemimpinannya dapat dipresentasikan bahwa jumlah kontraktor yang menjadi pengurus hanya 20 persen.

“Setelah itu dari UMKM, bidang usaha lainnya seperti restoran, perkebunan, pertanian dan usaha kecil lainnya. Jadi kepengurusan sekarang berwarna,” terangnya.

Ia menambahkan, HIPMI membuka peluang kepada masyarakat muda yang punya usaha untuk bergabung.

“Kita tetap akan akomodir. Sehingga bukan hanya di kontraktor saja yang bergabung. Hipmi adalah wadah bisnis, apapun bentuk usahanya silahkan bergabung,” timbalnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.