
KETAPANGNEWS.COM—Terhadap diterbitkannya buku legenda rakyat di tanah kayong yang berjudul Legenda Pohon Kedondong Raksasa, dinilai Ketua Harian Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Ketapang, Junaidi SP MSI adalah suatu kesungguhan penulis dalam menggali kekayaan lama. Terlebih, penulis sendiri adalah putra daerah Ketapang.
“Dalam perbendaharaan melayu ada istilah mengangkat batang terendam. Dimana merujuk kepada upaya bersungguh-sungguh menggali kekayaan lama untuk dipergunakan dimasa kini,” Kata Junaidi, Jumat (23/6).
Istilah demikian, dikatakan Junaidi dapat kiranya disematkan kepada upaya kawan-kawan dari komunitas cinta sejarah dan budaya Tanjung Pura atas upaya mereka dalam menggali kekayaan tanah kayong dari sudut pandang sejarah, budaya dan sosial kemasyarakatan.
“Buku ini adalah salah satu hasil usahanya, yang kali ini mengangkat legenda rakyat tanah Kayong yang teramat terkenal, yakni pohon kedondong raksasa. Terlebih merupakan legenda yang telah menyebar sampai ke negara tetangga,” ujar Wakil DPRD Ketapang ini.
Diakui dia, pihaknya dari MABM menyambut baik atas terbitnya buku tersebut. Diharapkan kedepan akan hadir lagi buku-buku hasil usaha mengangkat batang terendam itu. Sehingga tidak terikut masuk dalam kubur bersama wafatnya para penjaga budaya.
“Semoga hadirnya buku ini menambah Khazanah perbendaharaan kesastraan Ketapang. Sekaligus menjadi hiburan keluarga di tengah hiruk pikuknya televisi dan internet yang sudah semakin mudah kita dapatkan,” timbal politisi muda dari partai pohon beringin ini.
Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah agar para putra daerah yang memiliki potensi, satu diantaranya seperti penulis agar difasilitasi, baik dengan dana maupun kegiatan yang berkaitan. Sehingga dapat menjadi penunjang bagi penyaluran bakat dibidang apapun.
“Sangat disayangkan apabila putra daerah kita yang memiliki keahlian dan mampu berkontribusi untuk daerah, namun tidak terakomodir,” pungkasnya.(absa)