Kemarau Panjang, Bupati Keluarkan Himbauan

Sumiransyah SE
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ketapang, Sumiransyah SE.

KETAPANGNEWS.COM—Dalam menghadapai musim kemarau serta prediksi kekeringan yang diperkirakan terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar) termasuk di Kabupaten Ketapang tahun 2017 ini, Bupati melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang mengeluarkan himbauan. Himbauan dikeluarkan guna mengantisaifasi terjadinya penomena alam, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Untuk mengantisipasi terjadinya penomena alam seperti Karhutla di Ketapang, kemarin, Senin (12/6) Bupati Ketapang secara resmi mengeluarkan himbauan,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ketapang, Sumiransyah SE, Selasa (13/6).

Sumiran menyebutkan, dalam himbauan Bupati terdapat enam point. Diantaranya, pertama, tinggalkan kegiatan, prilaku kebiasaan yang dapat menimbulkan bencana. Kedua, dilarang membuang sampah, puntung rokok sembarangan yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Ketiga, dilarang melakukan pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar. Keempat, apabila terjadi kebakaran, laporkan dan informasikan kepada BPBD ke nomor Handpone (HP) 081251149005.

Kelima, dampak terjadinya penomena alam tersebut yakni terjadinya kebut asap dan kekeringan yang berkepanjangn. Terakhir, Bupati juga menghimbau, masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, pengetahuan dan kemampuan menghadapi bahaya yang berada disekitar lingkungan masing-masing serta kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya penomena alam.

“Himbauan tersebut ditujukan diantaranya ke Kecamatan, Desa, SKPD, LSM dan Muspida. Nanti himbauan ini akan disiarkan juga melalui radio. Sebab, hari ini himbauan sudah ditandatangani Bupati,” papar Sumiransyah.

Terhadap prediksi kekeringan cukup panjang tersebut, pihaknya juga melakukan monitoring kelapangan guna melihat titik hospot. Menurut dia, selain melihat data hospot, monitoring juga penting. Terlebih monitoring melalui orang-orangnya yang berda di Kecamatan masing-masing.

“Kita juga akan mensosialisasikan himbauan Bupati. Salah satu diantaranya agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan seperti tahun lalu,” timpal dia.

Sejauh ini, diakui dia, titik rawan Karhutla berdasarkan pantauan pihaknya yakni berada di Kecamatan Pesisir. Diantaranya Kecamatan Kendawangan, Matan Hilir Selatan (MHS) dan Matan Hilir Utara (MHU). Untuk yang terjauh yakni Kecamatan Air Upas dan Simpang Hulu.

“Dimana sampai hari ini, satelit delapan mengeluarkan data bahwa disana ada titik hospot. Dimana hospot sendiri cukup akurasi, terlebih dari data yang ada lebih dari 50 persen. Artinya cukup terpercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk prediksi tahun 2017 ini, kemarau di Ketapang cukup panjang yakni dari Juni sekarang sampai bulan September mendatang.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.