
KETAPANGNEWS.COM – Terhadap pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonsia (HTI) oleh Pemerintah Pusat yang juga berdampak pada HTI Kabupaten disikapi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ketapang, Drs KH Faisol Maksum.
Faisol Maksum menilai, kemungkinan ada kewajaran dibubarkan. Pasalnya, semua ulama di Indonesia sepakat bahwa NKRI adalah harga mati.
“Terlebih dikhawatirkan nanti ada indikasi seperti isu berkembang saat ini yang justru membahayakan,” ungkap Faisol beberapa waktu lalu kepada Ketapangnews.
Diakui Faisol, selama dirinya menjadi Ketua MUI Ketapang, MUI selalu merangkul semua Organisasi. Terlebih dalam setiap kegiatam selalu diundang, termasuk HTI.
Kendati demikian, dirinya mengaku, MUI Ketapang sendiri belum mengetahui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) nya. Sebab, HTI sendiri tidak seperti organisasi lain yang mengumpulkan AD-ART nya.
“Secara administrasi belum belajar dari mana organisasi HTI ini. Apakah bentuknya secara internasional atau lainnya. Karena selama ini organisasi lainnya selalu menyerahkan ADA-RT,” timbal dia.
Meski demikian, MUI Ketapang khususnya akan tetap mengakomodir tokoh-tokoh HTI. Asalkan tidak ada indikasi kegaduhan, artinya semua organisasi ada aturannya. Diantaranya harus berdasarkan pancasila dan lainnya.(absa)