
KETAPANGNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ketapang membuka kunjungan khusus perayaan hari Idul Fitri bagi keluarga warga binaan Lapas. Kunjungan khusus dimulai selama dua hari yakni Minggu (25/6) hingga Senin (26/6).
Kepala Lapas Kelas II B Ketapang, Subakdo Wilandoro mengatakan jadwal kunjungan khusus dalam rangka idul fitri diberlakukan selama dua hari yakni pada hari pertama dan kedua lebaran.
“Untuk waktunya sendiri sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB,” katanya Rabu (28/6).
Menurutnya, jadwal khusus digelar mengingat pada saat momen lebaran tentu banyak keluarga warga binaan yang ingin menjalin silaturahmi dan bertemu keluarganya yang menjadi warga binaan. Jadwal khusus merupakan agenda rutin pihaknya, apalagi pada momen idul fitri yang merupakan salah satu hari spesial bagi warga binaan, makanya difasilitasi.
“Kalau jadwal khusus keluarga warga binaan yang ingin berkunjung jumlahnya tidak dibatasi, namun untuk tetap kita pastikan keamanan tetap melakukan penjagaan ekstra tetap memeriksa semua barang bawaan pengunjung,” terangnya.
Ia berharap momen idul fitri dapat memberikan banyak pelajaran dan hikmah bagi para warga binaan agar dapat menjadi lebih baik dan ketika bebas dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang baik.
Sementara Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tatatertib Lapas Kelas II B Ketapang, Nurkaimi mengatakan jumlah pengunjung Lapas pada saat momen lebaran mengalami peningkatan signifikan dibanding hari biasanya. Menurutnya warga binaan Lapas sendiri ada sekitar 421 orang.
“Selama dua hari ada sekitar seribu lebih keluarga warga binaan yang berkunjung ke Lapas,” jelasnya.
Ia melanjutkan, dalam waktu dua hari tersebut memang tidak ada batasan bagi keluarga warga binaan, bahkan satu warga binaan Lapas ada yang keluarganya datang sebanyak satu truk. Biasanya satu warga binaan dikunjungi 10 sampai 20 orang keluarganya.
Ia menambahkan, dengan adanya kunjungan banyak hal positif yang didapat warga binaan, terutama dapatnya perhatian dari para keluarga yang dapat memotivasi warga binaan. Karena peran keluarga tentu penting bagi warga binaan dalam memperbaiki diri, agar dapat lebih baik ketika bebas nanti. (dra).