
KETAPANGNEWS.COM—Pasca diguyur hujan sejak Kamis (1/6) pukul 15.00 hingga Jumat (2/6) dini hari, sejumlah jalan protokol kota Ketapang, Kalimantan Barat terendam banjir. Selain penyebab faktor alam, kondisi demikian diperparah dengan buruknya sistem drainase. Terutama jalan DI Panjaitan Kecamatan Delta Pawan.
Sebelumnya, tahun 2015 lalu Pemerintah telah menganggarkan untuk pembangunan drainase dijalan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan dana yang fantastik miliaran rupiah.
Kerapnya terjadinya banjir di jalan tersebut saat hujan menjadi sorotan utama berbagai pihak. Diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang yang menyoroti kurang maksimalnya proyek tahun lalu itu dikerjakan.
Sehingga pada akhirnya berdampak pada pertanyaan tentang kasus jalan tersebut yang sudah lama dan saat ini ditangani kepolisian.
Ketua HMI Ketapang, Ali Rahman menilai, masih kerap terjadinya banjir di sepanjang jalan DI Panjaitan lantaran pembangunan drainase kurang maksimal. Sehingga muncul dugaan adanya penyimpangan. Terlebih drainase yang dibangun tidak terlalu berfungsi.
“Kalau pembangunannya maksimal, tentu tidak mungkin hampir setiap hujan selalu saja tergenang air. Ironisnya, jalan yang drenasenya terhitung baru dibagun menjadi langganan banjir,” kata Ali Rohman, Jumat (2/6).
Menurut Ketua HMI yang baru terpilih ini, pembangunan drainase tersebut mubajir. Dimana dengan anggaran miliaran rupiah diharapkan dapat mengatasi persoalan genangan air, tapi malah seolah tak teratasi.
Untuk itu, dirinya mempertanyakan sejauh mana proses dugaan kasus korupsi penyimpangan dalam pembangunan drainase yang saat ini masih ditangani Polres Ketapang.
“Dugaan penyimpangan itu dilihat karena adanya penyelidikan oleh Polres beberapa waktu lalu. Dari itu, kita pertanyakan lagi sejauh mana proses penyelidikan ini yang sudah berjalan cukup lama,” tandasnya.
Disisi lain, proyek lanjutan drainase tepat berada di simpang empat Polres Ketapang tahun 2016 juga dikeluhkan. Pasalnya, sejak dibangun gorong-gorong, Jalan Karya Tani Kelurahan Sukaharja kerap kebanjiran saat hujan.
“Sejak gorong-gorong di simpang empat polres di perbaiki. Kami di karya tani, jika hujan tiga jam saja sudah kebanjiran. Padahal sebelumnya tidak pernah kebanjiran walaupun hujan lebih dari tiga jam. Mohon dapat ditinjau kembali salurannya,” tulis Sudi Purwadi melalui email redaksi Ketapangnews, Jumat (2/6).
Mengenai proses dugaan penyimpangan proyek Jl DI Panjaitan tahun 2015 yang dilaporkan ke Mapolres Ketapang, Kapolres melalui Kasat Reskrim, AKP Polli Robinson mengatakan, penanganan kasus tersebut sejauh ini, para saksi-saksinya sudah dilakukan pemanggilan karena untuk mencari bukti.
“Saksi-saksinya sudah kita panggil,” Kata dia.
Untuk target penyelesaian, diungkapkannya, secepatnya akan diselesaikan. Kalau bisa selesai2017, maka diselesaikan. Namun demikian, dirinya juga tak berani berjanji menyelesaikan secepatnya.
“Tapi saya tidak janji, makanya saya bilang kalau bisa. Terlebih yang dikerjakan bukan hanya kasus DI Panjaitan saja. Banyak kasus yang lain juga,” ujarnya.(absa)