
KETAPANGNEWS.COM – Guna membantu masyarakat kurang mampu di Desa Randau Jungkal, Kecamatan Sandai, Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Ketapang menyelenggarakan sunatan massal, Minggu (3/7) kemarin. Sunatan massal diikuti sebanyak 40 orang anak.
“Sunatan massal kita laksanakan adalah salah satu program kerja MABM, terutama dalam rangka membantu yang kurang mampu,” kata Ketua MABM Ketapang, Junaidi SP MSi, Kamis (6/7).
Dikatakan Junai, kegiatan tersebut direncanakan menjadi program tahunan MABM, terutama bertepatan dengan moment libur panjang siswa sekolah. Sementara lokasi kegiatan bisa berpindah-pindah.
“Tidak menutup kemungkinan lebih dari satu Kecamatan. Tergantung anggarannya nanti,” ucapnya.
Ditambahkan dia, dari 40 anak yang mengikuti sunatan massal tidak semuanya muslim, melainkan ada juga dari non muslim. Hal demikian kita buat lantaran bahwa tidak ada perbedaan antara suku dan agama apapun.
“Dari sekian peserta ada yang non muslim. Hal itu bentuk kepedulian kita dengan tidak memandang SARA,” ucap Wakil Ketua DPRD Ketapang ini.
Ia berharap, kepada masyarakat yang kelebihan harta agar lebih peduli, terutama dalam membantu tetangga maupun warga desa yang kurang mampu. Terlebih dalam hal menyunat anaknya sebelum akil baliqh.
Salah satu orang tua anak yang ikut sunatan massal, Joko mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan sunatan masal. Dikatakan dia, selaku orang tua merasa bersukur atas sunatan massal oleh MABM Ketapang.
Karena diakui Joko, dengan adanya kegiatan serupa akan mengurangi beban ekonomi, terutama bagi warga yang kurang mampu. Pasalnya, biaya untuk sunat cukup tinggi.
“Saat ini, jika anak disunat dengan biaya sendiri tentunya cukup tinggi. Kalau ada kegiatan sunatan massal, tentu akan lebih ringan. Sehingga biaya yang semula untuk sunat pribadi bisa digunakan sebagai biaya pendidikan anak,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan serupa lebih digalaksakan lagi, meskipun bukan hanya dari MABM. Akan tetapi pihak lain, diantaranya perusahaan juga harus mampu membuat kegiatan sosial yang memiliki dampak positif bagi masyarakat.(absa).