
KETAPANGNEWS.COM— Akibat diguyur hujan deras, beberapa Desa di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang terendam banjir bandang. Diperkirakan banjir melanda Kecamatan tersebut kisaran setinggi seleher orang dewasa. Demikian disampaikan, Sekretaris Dewan Adat Dayak Jelai Hulu, Acong Maryanto, Senin (17/7)
Menurutnya, Banjir bandang disebabkan curah hujan yang tinggi. Ia menceritakan, banjir terjadi sejak Sabtu (15/7). Bahkan semakin parah hingga hari minggu kemarin.
“Sampai saat ini banjir belum juga surut. Akibatnya aktivitas warga terganggu, beberapa sekolah juga terpaksa diliburkan. Sementara rumah warga dibeberapa desa terendam banjir,” kata Acong Maryanto.
Selain itu, lanjut dia, akibat dilanda bajir, sejumlah akses transportasi terganggu. Terutama dari Jelai Hulu menuju ke Kecamatan Manis Mata dan ke Kecamatan Tumbang Titi yang kini belum bisa dilalui.
diharapkan dia, intansi terkait agar secepatnya melakukan peninjauan. Terutama menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir bandang.
“Kita harapkan ini cepat ditangani instansi berwenang serta menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir,” harapnya.
Terpisah, Camat Jelai Hulu, Ungai memaparkan, banjir yang melanda wilayahnya mulai terjadi sejak Jum’at (14/7) tepatnya di Desa Danau Kanan menuju Sungai Jaya. Kemudian volume air semakin meninggi pada Sabtu (15/7) dan masuk ke Riam Kota.
Menurutnya, banjir tersebut diakibatkan anomali cuaca yang tidak menentu. Ditambah hutan prima yang dimiliki jelai hulu membuat pertumbuhan awan cukup tinggi. Sehingga memicu intensitas curah hujan yang tinggi. Belum lagi, Hujan disini dari pagi sampai siang, malam sampai dini hari.
“Atas kejadian itu, Sebagian Desa di Jelai Hulu terkena banjir. Diantaranya Desa Pasir Mayang, Riam Danau Kanan, Kusuma Jaya, Deranok, Periangan, Asam Jelai dan Penyarang. Ketinggian air diperkirakan sekitar satu meter dari permukaan jalan,” paparnya.
Saat ini, diakui dia, banjir sudah mulai surut. Meski demikian, dirinya belum bisa memastikan bisa kering. Pasalnya, tergantung kondisi alam. “Jika hujan kembali terjadi maka bukan tidak mungkin air akan kembali naik,” ucapnya.
Terhadap akses transportasi, menurutnya sudah ada sebagian Desa yang bisa dilalui. Hal demikian dibuktikan denganb beberapa staf kantornya yang sudah masuk kerja. Hanya saja, yang menjadi kendala adalah anak sekolah terhambat.
Ia menambahkan, mengenai bantuan kepada masyarakat terkena banjir sudah diupayakan pihaknya. Diantaranya dengan mengirim surat ke BPBD Ketapang.
“Informasinya, dalam waktu dekat mereka (BPBD-red) akan turun ke Jelai hulu dalam rangka memberi bantuan,” tutupnya.(absa)