
KETAPANGNEWS.COM – Guna menindaklanjuti himbauan Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang untuk kesiapsiagaan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group Wilayah VIII A menyelenggarakan pelatihan Satgas pengendalian Karhutla, Kamis (13/7) hingga Sabtu (15/7).
Pelatihan yang diselenggarakan di kantor Metro Wilayah VIII A tersebut diikuti peserta dari karyawan dan staf BGA Wilayah VIII A. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipasilitatori oleh tim balai pengendalian iklim Karhutla Manggala Agni Ketapang.
Region Head BGA, Jumadi mengatakan, dilaksanakannya pelatihan adalah sebagai bentuk kepatuhan BGA terhadap aturan serta komitmen untuk menjaga lingkungan. Terlebih BGA sebagai perkebunan yang berkelanjutan.
“BGA Group yang notabene sebagai member RSPO berkomitmen untuk menjalankan peraturan. Tentunya akan patuh dalam menjalankan peraturan yang dibuat pemerintah tersebut,” kata Jumadi, Sabtu (15/7).
Ia berharap, dengan dilakukannya kegiatan selama tiga hari tersebut dapat memberikan ilmu bermanfaat, terutama bagi peserta yang mengikuti. Sehingga, segala sesuatu yang berpotensi munculnya Karhutla dapat dicegah sedini mungkin.
Selain itu, kepada masyarakat dirinya juga mengajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar. Terutama dalam mencegah hal yang akan berdampak pada kerusakan hutan dan lahan. Sebab, peranan masyarakat juga sangat dibutuhkan.
“Kita harapkan, masyarakat juga ikut terlibat dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar. Peranan masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal apapun,” ujarnya.
BPBD Apresiasi BGA Group Tindaklanjuti Himbauan Pemda

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ketapang, Sumiransyah SE mengapresiasi atas pelatihan yang dilaksanakan BGA Group Wilayah VIII. Terlebih kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari himbauan Bupati.
“Meski pelatihan bukan dari BPBD, namun kita sangat mengapresiasi sekali pelaksanaan kegiatan itu,” ucap Sumiransyah kepada Ketapangnews, Sabtu (15/7).

Dia mengakui, bentuk kegiatan tersebut merupakan hal yang diinginkan Pemda Ketapang. Karena, saat ini Pemerintah melalui BPBD sedang gencar mensosialisasikan himbaun Bupati tersebut.
“Kita bersyukur kalau himbauan Bupati itu direspon secara baik oleh semua pihak, baik perusahaan maupun masyarakat,” timbal dia.
Diharapkan dia, kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain. Karena, keiinginan pemerintah, kedepan tidak ada lagi yang namanya pembakaran lahan. Sebab, dampak dari hal demikian sangat merugikan, terutama bagi kesehatan.(absa).