BKSDA Temukan Tiga Sarang Orangutan di KKU

Cek Sarang Orang Utan
Petugas BKSDA mengecek sarang orangutan.

KETAPANGNEWS.COM, KKU—Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sukadana Kabupaten Kayong Utara (KKU) menemukan tiga sarang orangutan disekitar perkebunan warga Jalan Parit Gudang, Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana. Sarang tersebut ditemukan berada tepat dipuncak pohon leban, mahang dan karet.

Sarang hewan yang mulai langka itu diketahui setelah petugas dari BKSDA turun ke lokasi atas laporan warga yang disampaikan kepada pihaknya. Turunya petugas BKSDA mendatangi lokasi perkebunan warga guna melakukan pengecekan dan memeriksa kondisi sekitar sarang.

“Kita baru menerima laporan kalau di Parit Gudang ini ada orang utan, dan memang dari tanda-tanda lokasi pernah di datangi kawanan orang utan serta menjadi tempat peristirahatan” kata salah satu petugas BKSDA, Nur Wahyudi, Jum’at (21/7) kepada wartawan.

Menurut Wahyudi, sarangnya yang ditemukan masih baru. Sebab daunnya masih segar dengan warnanya yang hijau. Sedangkan sudah lama, daunnya layu dan kering. Sehingga diakui dia, bisa dipastikan kalau orangutan tersebut ada di sekitar kebun warga.

“Jika dilihat dari tanda-tandanya, orangutan ini tidak jauh dari sekitar kebun. Selain sarang yang masih baru, batang-batang pohon pisang yang di makan dari kebun ini juga masih terlihat belum lama,” terangnya.

Untuk selanjutnya, BKSDA akan melakukan pengawasan guna mengikuti pergerakan orang utan tersebut. Kemudian, pihak BKSDA akan bekerjasama dengan YIAR untuk melakukan evakuasi. Tujuannya agar keberadaan orangutan tidak merusak kebun milik warga.

“Agar tidak merusak kebun warga, dalam waktu dekat orangutan ini akan dievakuasi dan dilepas liarkan ke habitatnya di hutan Gunung Palung. Kepada warga yang melapor, kami sangat bersukur dan senang sekali. Sebab hewan lindung harus kita selamatkan,” timpalnya.

Terlebih diakui dia, pekan lalu pihaknya juga mengevakuasi satu orangutan di Pal 12, Desa Riam Berasap Jaya. Pasalnya orangutan yang keberadaannya di pinggir jalan Nasional Siduk – Nanga Tayap itu telah memakan kebun kelapa milik masyarakat.

Lebih bahaya lagi, orangutan yang cukup besar itu mengganggu warga lantaran turun ke jalan dan menghadang-hadang orang yang lalu lalang di jalan.

“Sekarang sudah aman dan telah dievakuasi,” timpalnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.