
KETAPANGNEWS.COM – Bupati Ketapang Martin Rantan SH mengunjungi SMA ST Petrus, dimana saat ini para siswa baru sedang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sebagai penganti Masa orientasi baru (MOS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Martin rantan SH didampingi Kepala dinas Pendidikan Drs H Jahili, M.Pd disambut langsung Pimpinan yayasan pelayanan kasih Sr. Felisitas Nikola Saptari, OSA beserta jajaran guru, siswa- siswi SAM St Petrus, Ketapang, Selasa (18/7).
Kepala Dinas Penidikan Drs Jahilin. M.Pd mengatakan SMA St Petrus dibawah yayasan pelayana kasih Suster agustinus, kali ini mendapat kunjungan dari Bupati ketapang.
“Kunjungan beliau memberikan motivasi dalam pembukaan tahun ajaran baru, atau hari hari pertama masuk sekolah, Bupati akan memberikan semangat dan motivasi khususnya visi misi Bupati yang ke empat yaitu peningkatan sumber daya manusia, “ kata Jahilin.
Bupati Martin Rantan dalam sambutannya mengatakan, agar para siswa-siswi SMA St Petrus yang berasal dari berbagai Kecamatan dalam pergaulan harus memperbanyak sahabat.
“Perbanyaklah teman jangan ada musuh, tambatkan persahatan cinta kasih dan cinta damai, “ kata Bupati.
Siswa- siswi yang nantinya akan tumbuh dan berkembang menjadi masyarkat dewasa yang mengisi pembangunan di segala bidang, untuk itu diingatkan Bupati bahwa saat ini di dunia termasuk Indonesia, banyak sekali organisasi yang mengajarkan kebencian kepada terhadap sesama dengan sikap in-toleransi.
Selain itu juga Bupati Martin Rantan menyampaikan pesan Pemerintah supaya siswa-siswi yang masih sekolah, menjauhi narkoba dan sejenisnya.
“Jangan sampai ikut- ikutan mengkomsumsi narkoba atau napsa, kalau sudah kecanduan narkoba hancur sudah, karena pecandu bisa melakukan tindakan pidana, seperti mencuri dan lain sebagainya,“ kata Bupati mengingatkan.
Selain itu Bupati mengingatkan para siswa- siswi terhadap pergaluan bebas, sehingga sekolah tidak selesai, malah menjadi beban keluarga karena kalau pria harus memberikan nafkah kepada isterinya, sementara belum ada kerja demikian juga yang perempuan harus menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak dan suaminya.
“Anak-anak dari kampung yang bersekolah ke kota jangan pergi sendiri pulangnya bertiga, “ kata Bupati.
Bupati memaparkan bahwa saat ini Pemkab Ketapang sedang melakukan Pembangunan disegala bidang salah satunya adalah pembangunan fisik dalam bentuk peningkatan sumber daya manusia.
Beberapa waktu lalu, di sampaikan Bupati Martin Rantan telah melakukan pertemuan dengan PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park (EAFIP) salah satu PM yang berasal dari China yang akan membangun sebuah kawasan indsutri di Kecamatan Muara pawan.
“Mereka bekerja sama dengan Soochow University di Suzhou China memberikan beasiswa kepada lulusan SMA SMK yang berprestasi untuk melanjutkan study S1 di China,” jelas Bupati.
Perusahan yang akan mengolah industrie kayu, dan mengolah hasil pertanian seperti ubi menjadi tepung tapioka, akan merekrut anak-anak Ketapang yang berprestasi untuk kuliah di Universtias Suchao setelah selesai mereka akan merekrut kembali sebagai tenaga kerja.
“Karena jumlah terbatas, baru sampai 15 orang kalau peminatnya banyak harus melalui test intelektual dan kepribadian, “ kata Bupati.
Hal ini dilakukan dalam menghadap masyarakat enokonmi asia dimana masyarakat Indonesia khsusunya masyarakat Ketapang bisa berinovasi, membekali diri memiliki Knowledge, Skill, dan Attitude kemampuan untuk bersaing supaya tidak menjadi penonton. (Adv/dra)